Pengaruh Proses Penepungan dan Pengukusan terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Beras Analog dari Ubi Jalar Ungu
Abstract
Beras analog ubi jalar ungu memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai
alternatif makanan pokok. Ubi jalar ungu sebagai bahan dasar dikenal memiliki
karbohidrat dengan indeks glikemik rendah serta kandungan antosianin dan
senyawa fenolik yang cukup tinggi. Proses pembuatan beras analog ubi jalar ungu
dari tepung menghasilkan beras yang cenderung berwarna gelap akibat degradasi
senyawa antosianin selama proses pengolahan. Upaya untuk menghasilkan beras
analog ubi jalar ungu dengan karakteristik warna dan total fenolik yang lebih baik
dapat dilakukan dengan proses pengukusan. Pengukusan ubi jalar ungu dapat
mencegah terjadinya oksidasi antosianin dan memperkuat warna pigmen. Penelitian
ini bertujuan membandingkan karakteristik beras analog ubi jalar ungu dengan
proses penepungan dan proses pengukusan berdasarkan parameter fisik, kimia, dan
sensori. Pembuatan beras analog menggunakan dua formula dengan bahan utama
yang berbeda, yaitu tepung dan pasta ubi jalar ungu. Karakteristik beras analog
didapatkan dengan melakukan analisis fisik, kimia dan sensori. Hasil analisis
menunjukkan formula menghasilkan beras dengan warna yang berbeda. Beras
analog dengan proses pengukusan mengandung total fenolik dan aktivitas
antioksidan yang lebih tinggi. Uji RATA menunjukkan beras analog dengan
penepungan didominasi oleh atribut brown color, sedangkan beras analog dengan
proses pengukusan didominasi oleh atribut purple color, sweet, purple sweet potato
aroma, dan chewiness. Kedua formula beras memiliki tingkat kesukaan yang sama
dan masih dapat diterima oleh panelis.
