Menggali Kearifan Lokal Kerak Telor Sebagai Pangan Warisan Budaya Betawi
Abstract
PANGERAN MUHAMMAD BAIHAQI. Menggali Kearifan Lokal Kerak Telor Sebagai Pangan Warisan Budaya Betawi. Dibimbing oleh DIDAH NUR FARIDAH
Kerak telor merupakan pangan warisan budaya Betawi yang sulit ditemui sekarang. Kuliner kerak telor terbuat dari ketan, serundeng, udang kering atau ebi, dan telur bebek. Metode memasak kuliner kerak telor memiliki ciri khas. Maka perlu adanya informasi formulasi, metode memasak kuliner, dan upaya yang dilakukan pedagang sehingga warisan kuliner kerak telor tidak punah, serta mengetahui pola konsumsi masyarakat terhadap makanan tradisional kerak telor. Metode survei merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik suatu objek. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif. Maka dari itu, hasil dari penelitian berupa pola konsumsi responden. Penelitian dilakukan dengan survei dan observasi langsung mengenai informasi dan pola konsumsi kerak telor. Data menunjukan pedagang kerak telor sudah berjualan kerak telor secara turun-temurun dan berjualan untuk melestarikan budaya Betawi. Sebanyak 85% responden menyukai penggunaan telur bebek pada kerak telor. Sebanyak 60% responden sudah mengkonsumsi kerak telor sejak lama. Sebanyak 87% responden jarang mengkonsumsi atau hanya sekali dalam setahun mengkonsumsi kerak telor. Sebanyak 67% responden menyatakan rasa kerak telor tetap sama atau tidak berubah sejak dulu hingga sekarang. Sebanyak 55% responden membeli kerak telor di Pekan Raya Jakarta. Alasan dan deskripsi responden pada kuliner kerak telor merupakan makanan yang bercita rasa gurih dan enak.
