Show simple item record

dc.contributor.advisorAlfiasari, Alfiasari
dc.contributor.advisorIslamiah, Nur
dc.contributor.authorGhaniyyah, Bianca Nur Dinar
dc.date.accessioned2023-07-17T07:53:57Z
dc.date.available2023-07-17T07:53:57Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/122084
dc.description.abstractProses transisi saat remaja memberikan banyak tekanan dan seringkali berujung pada gejala stres. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, kelekatan orang tua dan kelekatan teman sebaya terhadap tingkat stres pada remaja dengan menganalisis peran fear of missing out (FoMO) sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan desain explanatory study secara daring yang melibatkan 264 remaja usia 15 sampai 18 tahun di wilayah Jabodetabek yang tinggal bersama kedua orang tua. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kelekatan remaja dengan orang tua dan teman sebaya dengan tingkat stres remaja. Artinya semakin aman kelekatan remaja dengan orang tua dan teman sebaya maka semakin rendah tingkat stres yang dialami oleh remaja. Hubungan yang positif ditemukan dalam hubungan FoMO dan tingkat stres yang mengartikan semakin sering remaja mengalami FoMO maka akan meningkatkan stres yang dialaminya. Analisis pada SEM-PLS menemukan peran FoMO sebagai mediator ditemukan pada pengaruh kelekatan ayah terhadap tingkat stres remaja.id
dc.description.abstractThe transition process during adolescence provides a lot of pressure and often leads to symptoms of stress. This research aims to analyze the effect of adolescent characteristics, family characteristics, parental attachment and peer attachment to stress level in adolescents by analyzing the role of fear of missing out (FoMO) as a mediator variable. This study use explanatory study design with online media that involved 264 adolescences in the age 15 to 18 years old in Jabodetabek who lives with both parents. The results of the correlation test shows that there is a negative relationship between parental attachment and peer attachment on the adolescents’s stress level. In addition, the more secure attachment that adolescence has with their parents and peers the lower their stress level. Positive relationship has found between FoMO and stress level which means that the more adolesence experiencing FoMO the more adolescence feel stress. Also, the SEM-PLS analysis found the role of FoMO as mediator in the effect of father attahment to stress level.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Kelekatan Orang Tua dan Kelekatan Teman Sebaya terhadap Tingkat Stres Remaja melalui Fear of Missing Out sebagai Mediatorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordadolescentsid
dc.subject.keywordfear of missing out (FoMO)id
dc.subject.keywordparental attachmentid
dc.subject.keywordpeer attachmentid
dc.subject.keywordstress levelid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record