| dc.description.abstract | Stunting merupakan kondisi dimana anak memiliki perawakan pendek berdasarkan usia tingginya yang terjadi karena malnutrisi jangka panjang. Konsumsi makanan dengan protein hewani adekuat selama kehamilan merupakan alternatif solusi pencegahan stunting. Lele merupakan jenis protein hewani yang terjangkau dan mudah dibudidayakan. Umumnya budi daya lele dipadukan dengan sayuran menggunakan ember (budikdamber). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pemberian makan siang olahan ikan lele dan sayuran terhadap asupan gizi dan perkembangan janin pada ibu hamil. Desain penelitian penelitian ini adalah pre-post study without control. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang berdomisili di Desa Ciaruteun Udik, Bogor. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada asupan energi dan makronutrien setelah intervensi. Namun, tidak ada peningkatan yang signifikan pada asupan mikronutrien pada subjek. Setelah intervensi terjadi peningkatan lingkar kepala, lingkar perut, panjang tulang paha, dan perkiraan berat badan baik pada kelompok normal maupun kelompok KEK dengan p-value pada kelompok normal secara berturut-turut 0,005; 0,007; 0,003; 0,001 dan pada kelompok KEK secara berturut-turut 0,002; 0,014; 0,004; 0,052. Berdasarkan follow-up setelah persalinan, ditemukan tidak ada bayi dengan berat badan lahir rendah baik pada kelompok KEK maupun kelompok normal. Selain itu, sebanyak 83,3% bayi kelompok normal dan 75% bayi kelompok KEK memiliki panjang badan lahir normal. | id |