| dc.description.abstract | Indonesia merupakan eksportir crude palm oil (CPO) terbesar di dunia yang
menyumbang 46,80% kebutuhan CPO di dunia. Di lain sisi, Indonesia masih
mengalami masalah kekurangan vitamin A meskipun telah dilakukan pemberian
suplemen vitamin A dosis tinggi. Masalah ini memerlukan alternatif solusi dengan
memanfaatkan keberadaan CPO yang mengandung 500–700 ppm karotenoid.
Pengolahan CPO menjadi minyak sawit merah (MSM) mampu mempertahankan
karotenoid tersebut. Untuk memperluas aplikasinya, MSM dimodifikasi menjadi
lemak padat melalui proses oleogelasi dengan oleogelator beeswax (BW) dan rice
bran wax (RBW). Oleogel dicoba untuk dikembangkan menjadi produk oles.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi profil pembentukan oleogel MSM
menggunakan oleogelator BW dan RBW pada berbagai konsentrasi,
mengidentifikasi sifat fisikokimia oleogel MSM, dan memperoleh formula produk
oles berbasis oleogel MSM yang kaya provitamin A dan diterima konsumen. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa BW lebih efektif digunakan untuk membentuk
oleogel MSM dibandingkan dengan RBW karena memiliki konsentrasi kritis dan
penurunan kadar total karotenoid yang lebih rendah. Proses oleogelasi
memengaruhi sifat fisikokimia oleogel MSM secara signifikan. Oleogel MSM 4%
BW merupakan oleogel yang paling sesuai diaplikasikan pada formula produk oles
dengan total karotenoid tertinggi. Substitusi 60% oleogel MSM menghasilkan
produk oles dengan total karotenoid sebesar 462,929±10,325 ppm, dengan skor
penerimaan panelis tertinggi. | id |