| dc.description.abstract | Anak autis sering dilaporkan memiliki masalah perilaku makan dan gejala gangguan pencernaan yang akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku makan, kualitas konsumsi makanan dan gejala gangguan pencernaan dengan status gizi anak autis. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional dengan 18 subjek yang dilakukan pada November-Desember 2019 di lima Sekolah Luar Biasa di Bogor. Separuh subjek (50%) memiliki status gizi normal. Lebih dari sepertiga subjek (38.9%) memiliki profil perilaku makan “Avoidant eater” dan lebih sering mengonsumsi daging dan susu dibandingkan sayur dan buah. Separuh subjek (50%) memiliki tingkat kecukupan protein dan karbohidrat yang kurang, serta lebih dari tiga perempat subjek (77.8-94.4%) mengalami defisit serat, vitamin A, vitamin C, seng dan kalsium. Hampir dua pertiga subjek (61.1%) memiliki tingkat keragaman pangan sedang. Lebih dari seperlima subjek (22.2%) memiliki gejala gangguan pencernaan berupa diare, konstipasi, muntah, dan sensitif terhadap makanan. Terdapat hubungan yang signifikan positif antara perilaku makan subjek dengan tingkat kecukupan energi, protein dan keragaman konsumsi pangan (p<0.05). Terdapat hubungan yang signifikan negatif antara gejala gangguan pencernaan dengan status gizi (p<0.05), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku makan dan kualitas konsumsi makan dengan status gizi anak autis (p>0.05). | id |