Show simple item record

dc.contributor.advisorBriawan, Dodik
dc.contributor.advisorAries, Muhammad
dc.contributor.authorFitriyanti, Intan
dc.date.accessioned2021-01-21T09:23:20Z
dc.date.available2021-01-21T09:23:20Z
dc.date.issued2021
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/105350
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktik kader posyandu di daerah stunting tinngi dan rendah. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional study dengan melibatkan 76 subjek dan dilaksanakan pada bulan November 2019 di Desa Cibubulang serta Desa Dramaga, Bogor. Sebagian besar subjek merupakan ibu rumah tangga (85,5%) paling banyak berusia antara 36-45 tahun (44,7%) dengan pendidikan terakhir yaitu SD (35,5%). Strata posyandu yang mendominasi yaitu posyandu tingkat madya (48,7%) dan umumnya pernah mendapatkan pelatihan dan/atau sosialisai terkait stunting (75%). Tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan, sikap, dan praktik kader posyandu pada kedua daerah (p>0,05), juga tidak ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap kader posyandu dengan karakteristik kader (p>0,05), kecuali hubungan pengetahuan dengan pendidikan kader (r = 0,258,p = 0,024). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kader dengan pratiknya di daerah prevalensi stunting rendah (r = 0,368, p = 0,025).id
dc.description.abstractThe objective of this study was to analyze the differences of knowledge, attitudes, and practices of integrated health service cadres in the high and low stunting area. A cross sectional design was applied to this study. In addition, this study was involved 76 subjects and conducted in November 2019 at Cibubulang and Dramaga Village, Bogor. Most of the subjects were housewives (85,5%) with the most age between 36-45 years old (44,7%). The educational level of cadres is elementary school (35,5%). The most integrated health service level were mid-level (48,7%) and generally has been received training and socialization related to stunting (75%). There was no significant difference between knowledge, attitudes and practices of integrated health service cadres in these two areas (p> 0,05), ), except for the relationship between knowledge and cadre education (r = 0,258, p = 0,024). In addition, there was a significant relationship between cadres' knowledge and practice in areas with a low stunting prevalence (r = 0,368, p = 0,025).id
dc.description.sponsorshipMandiriid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengetahuan, Sikap, dan Praktik Kader Posyandu di Kabupaten Bogor yang Memiliki Prevalensi Stunting Tinggi dan Rendahid
dc.title.alternativeKnowledge, Attitudes and Practices of Integrated Health Service Cadres in the Bogor District with High and Low Prevalence of Stuntingid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKader Posyanduid
dc.subject.keywordPengetahuanid
dc.subject.keywordPraktikid
dc.subject.keywordSikapid
dc.subject.keywordStuntingid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record