Optimasi Proses Pembuatan Mi Jagung Instan (Fried Instant Noodle)
| dc.contributor.advisor | Muhandri, Tjahja | |
| dc.contributor.author | Fauzi, Muhammad Syahrul | |
| dc.date.accessioned | 2020-01-28T02:18:19Z | |
| dc.date.available | 2020-01-28T02:18:19Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101372 | |
| dc.description.abstract | Konsumsi mi instan Indonesia yang mencapai 12.5 miliar sajian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi produk mi instan. Konsumsi mi instan yang tinggi berkorelasi positif dengan tingkat impor gandum atau terigu yang merupakan bahan baku pembuatan mi instan selama ini. Pengembangan mi jagung sebagai upaya mengurangi impor terigu sudah dilakukan oleh beberapa peneliti, tetapi masih sampai tahap mi basah dan mi kering. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter proses dan penambahan bahan tambahan pangan berupa emulsifier yang optimum sehingga dapat menghasilkan mi jagung instan (fried instant noodle) dengan karakteristik mutu yang baik. Mi jagung instan yang dibuat dengan teknik ekstrusi menggunakan ekstruder ulir tunggal pemasakpencetak. Penelitian tahap pertama adalah penentuan konsentrasi emulsifier yang menghasilkan mi jagung dengan waktu masak paling cepat. Tahap kedua adalah tahapan optimasi proses menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan rancangan D-Optimal pada program Design Expert 7.0. Tahap ketiga adalah tahapan verifikasi mutu mi jagung instan hasil optimasi berupa kadar air, cooking loss, elongasi, dan waktu masak optimum. Mi jagung dikeringkan menggunakan hembusan udara dari blower pada suhu ruang dan proses penggorengan dilakukan dengan metode deep fat frying. Konsentrasi emulsifier yang menghasilkan mi jagung kering dengan waktu masak tercepat yaitu penambahan 1% emulsifier dari berat tepung. Mi jagung tersebut memiliki waktu masak 6.1 menit untuk mencapai tingkat kematangan optimum. Kombinasi parameter optimum yang dihasilkan adalah waktu pengeringan 0 menit, suhu penggorengan 115°C dengan waktu penggorengan selama 10 menit. Hasil verifikasi nilai respon mi jagung optimum menunjukkan bahwa kadar air mi jagung instan adalah 13.32% dengan nilai cooking loss 10.50% dan memiliki elongasi sebesar 127.48%. Mi jagung instan hasil optimasi memiliki waktu masak 6.8 menit. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Food Sciences | id |
| dc.subject.ddc | Noodle | id |
| dc.title | Optimasi Proses Pembuatan Mi Jagung Instan (Fried Instant Noodle) | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Emulsifier | id |
| dc.subject.keyword | instan | id |
| dc.subject.keyword | mi jagung | id |
| dc.subject.keyword | optimasi | id |
| dc.subject.keyword | waktu masak | id |

