Show simple item record

dc.contributor.advisorKartika, Lindawati
dc.contributor.authorParamita, Amalia Destya
dc.date.accessioned2019-01-16T07:46:09Z
dc.date.available2019-01-16T07:46:09Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95617
dc.description.abstractOtoritas Jasa Keuangan adalah lembaga pengawas IJK yang dibentuk berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011 melalui pemindahan tugas pegawai BAPEPAMLK dan BI ke OJK serta proses rekrutmen. Tahun 2016–2017 keterikatan pegawai mayoritas berada di level “kerja sama yang menyenangkan” yang dianggap berpeluang meninggalkan lembaga. Oleh sebab itu, diperlukan pemeliharaan keterikatan pegawai melalui internalisasi nilai budaya dan faktor kualitas kehidupan kerja. Tujuan penelitian untuk menganalisis persepsi budaya organisasi, kualitas kehidupan kerja, dan keterikatan serta pengaruh dominan nilai budaya dan faktor kualitas kehidupan kerja terhadap keterikatan pegawai milenial. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dan SEM-PLS. Persepsi pegawai mengenai budaya organisasi, kualitas kehidupan kerja, dan keterikatan mayoritas sangat baik. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan nilai profesionalisme dan sinergi, serta faktor penyelesaian konflik merupakan indikator dominan yang berpengaruh signifikan terhadap keterikatan pegawai pada dimensi pekerjaan dan lingkungan kerja.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcManagementid
dc.subject.ddcOrganizational Cultureid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcJakartaid
dc.titleAnalisis Pengaruh Budaya Organisasi dan Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Keterikatan Pegawai Generasi Y (Studi pada Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan Jakarta).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordbudaya organisasiid
dc.subject.keywordkualitas kehidupan kerjaid
dc.subject.keywordketerikatan pegawaiid
dc.subject.keywordgenerasi milenialid
dc.subject.keywordSEM-PLSid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record