Show simple item record

dc.contributor.advisorWarsiki, Endang
dc.contributor.advisorKartika, Ika Amalia
dc.contributor.authorMuslimah M, Fitri
dc.date.accessioned2018-11-14T07:09:25Z
dc.date.available2018-11-14T07:09:25Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95055
dc.description.abstractPenanganan kemasan yang kurang baik dapat mengakibatkan mutu produk menjadi menurun bahkan rusak. Hal ini akibat kebocoran pada kemasan yang menyebabkan gas seperti oksigen dapat masuk ke dalam kemasan. Salah satu upaya untuk mengindikasi adanya kebocoran dalam kemasan adalah dengan indikator kebocoran. Indikator kebocoran merupakan salah satu jenis kemasan cerdas yang dapat mengidentifikasi dan menginformasikan keberadaan oksigen akibat kebocoran kemasan melalui perubahan warna indikator. Indikator kebocoran dibuat dengan bahan metilen biru sebagai agen pewarna, glukosa sebagai agen pereduksi dan Ca(OH)2 untuk mempercepat reaksi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) memformulasi indikator kebocoran berbahan metilen biru, glukosa dan Ca(OH)2; (ii) mengkarakterisasi sifat fisik dan kimia indikator kebocoran; dan (iii) menguji kinerja indikator kebocoran. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan hasil terbaik dari jumlah Ca(OH)2 yang ditambahkan adalah sebesar 7 dan 8 g, rasio mol glukosa terhadap metilen biru adalah 0.8:1-2.8:1, serta konsentrasi metilen biru adalah sebesar 2%. Analisis keragaman pada penelitian utama menunjukkan jumlah Ca(OH)2 yang ditambahkan dan rasio mol glukosa terhadap metilen biru mempengaruhi waktu reduksi dan kadar air sedangkan waktu sensitivitas hanya dipengaruhi oleh rasio mol glukosa terhadap metilen biru. Indikator kebocoran terbaik diperoleh dari perlakuan jumlah Ca(OH)2 sebesar 8 g dan rasio mol glukosa terhadap metilen biru 1.8:1. Indikator kebocoran tersebut memiliki sifat irreversible dengan waktu reduksi 72 menit, waktu sensitivitas 31 detik dan kadar air sebesar 10.85% dan perubahan warna yang terjadi pada indikator yaitu dari putih menjadi ungu. Selanjutnya, bubuk indikator dicetak ke dalam bentuk tablet. Pengembangan model kinetika perubahan warna tablet indikator kebocoran mengikuti reaksi orde nol dan orde satu dengan nilai k yang meningkat seiring peningkatan lama waktu alir udara. Peningkatan nilai k disebabkan karena banyaknya gas yang kontak dengan indikator meningkat seiring dengan lamanya waktu alir udara, sehingga indikator menjadi lebih cepat teroksidasi. Dengan semakin lamanya waktu alir udara yang diberikan maka waktu indikator mencapai warna ungu konstan juga semakin singkat. Namun demikian, nilai k yang tinggi pada orde nol menunjukkan bahwa reaksi orde nol lebih reaktif dibandingan reaksi orde satu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgroindustrial Technologyid
dc.subject.ddcPackagingid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleRekayasa Produksi Indikator Oksigen sebagai Pendeteksi Kebocoran Kemasan.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordindikator oksigenid
dc.subject.keywordkinetika reaksiid
dc.subject.keywordmetilen biruid
dc.subject.keywordpendeteksi kebocoranid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record