Show simple item record

dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorNugraheni, Santi Sulistya
dc.date.accessioned2018-09-19T04:02:21Z
dc.date.available2018-09-19T04:02:21Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93890
dc.description.abstractUsahatani menggunakan berbagai sistem untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tanaman yang diusahakan. Efisiensi atas lahan pada usahatani dapat ditingkatkan dengan menerapkan perubahan teknologi dan pola tanam. Salah satunya adalah menggunakan pola tanam polikultur atau tumpang sari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani kentang dengan menerapkan pola tanam monokultur dan tumpang sari yang berlokasi di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani kentang dengan pola tanam tumpang sari dengan tanaman cabai lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan pola tanam monokultur. Pendapatan atas biaya total yang diperoleh pada usahatani kentang dengan pola tanam monokultur adalah sebesar Rp 105 563 346 dengan nilai R/C atas biaya total 2.24 per hektar per musim tanam. Sedangkan pada pola tanam tumpang sari dengan tanaman cabai, pendapatan atas biaya total yang diperoleh Rp 135 345 150 dengan nilai R/C atas biaya total sebesar 2.55 per hektar per musim tanam. Sehingga pola tanam tumpang sari lebih menguntungkan dibandingkan pola tanam monokultur di wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.titleAnalisis Pendapatan Usahatani Tumpang Sari Kentang Di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandungid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordMonokulturid
dc.subject.keywordtumpang sariid
dc.subject.keywordkentangid
dc.subject.keywordpendapatanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record