Show simple item record

dc.contributor.advisorAhmad, Usman
dc.contributor.advisorBudiastra, I Wayan
dc.contributor.authorSholihah, Mar’atus
dc.date.accessioned2017-01-30T07:21:26Z
dc.date.available2017-01-30T07:21:26Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/82669
dc.description.abstractManggis (Garcinia mangostana L.) adalah salah satu buah eksotis Indonesia yang tersusun atas komponen kulit 70-75%, daging buah 10-15% dan biji 15-20%. Kulit manggis tersusun atas senyawa polifenol salah satunya adalah antosianin yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan kuat. Metode ekstraksi yang paling umum digunakan untuk memperoleh antosianin dalam kulit manggis adalah maserasi. Maserasi umumnya berjalan lambat dan menghasilkan rendemen yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan metode ekstraksi yang lebih cepat salah satunya dengan ultrasonic-assisted extraction (UAE). Gelombang ultrasonik adalah gelombang suara yang memiliki frekuensi di atas pendengaran manusia (≥ 20 kHz). UAE dikategorikan menjadi dua yaitu UAE sonikasi langsung dan tidak langsung. UAE sonikasi langsung belum digunakan pada ekstraksi kulit manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh amplitudo dan waktu eksitasi dalam UAE sonikasi langsung pada proses ekstraksi antioksidan dari kulit manggis. Perangkat UAE yang digunakan adalah Sonicator Q700 yang terdiri dari generator, transduser dan probe dengan daya 700 watt dan frekuensi 20 kHz. Eksitasi gelombang utrasonik pada waktu yang lama dapat meningkatkan suhu larutan yang menyebabkan percepatan oksidasi antioksidan. Oleh karena itu, pengontrol suhu digunakan untuk menjaga konsistensi suhu ekstraksi dengan prinsip heat exchanger. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktor. Kedua faktor tersebut adalah waktu eksitasi (15, 30, 45 menit) dan amplitudo ultrasonik (35, 50, 65%). Parameter yang diamati adalah kadar air, rendemen, kadar antosianin total dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi dengan metode maserasi pada suhu 35 oC selama 7 jam digunakan sebagai kontrol. Ekstraksi berbantu ultrasonik mengalami kenaikan suhu khususnya pada amplitudo 50% dan 65%. Penggunaan pengontrol suhu mampu menjaga suhu diantara 34 – 36.2 oC. Kadar air rata-rata hasil pengeringan sebesar 10.17% telah memenuhi kadar air pengeringan yaitu 9-11%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode UAE dapat meningkatkan rendemen, kadar antosianin total dan aktivitas antioksidan secara signifikan terhadap kontrol. Fenomena kavitasi pada UAE berfungsi meningkatkan kelarutan dan transfer massa yang diekstrak dengan waktu yang lebih singkat. Tidak ada interaksi antara amplitudo dan waktu eksitasi terhadap parameter yang diamati. Setiap kenaikan amplitudo 15% dan waktu eksitasi 15 menit tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada parameter yang diamati sedangkan setiap kenaikan amplitudo 30% dan waktu eksitasi 30 menit menunjukkan perbedaan yang nyata. Perlakuan UAE terbaik adalah amplitudo 65% dengan waktu eksitasi 45 menit yang menghasilkan rendemen 6.71%, kadar antosianin total 558.76 ppm dan aktivitas antioksidan IC50 4.93 ppm. Metode UAE mampu meningkatkan rendemen 1.02-2.66 %, kadar antosianin total 23-88% dan aktivitas antioksidan 17-40% dari kulit manggis. Metode UAE dapat meningkatkan efektivitas ekstraksi dan mengurangi waktu ekstraksi antioksidan dari kulit manggis.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPost Harvestid
dc.subject.ddcHarvestingid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleUltrasonic-Assisted Extraction Antioksidan Dari Kulit Manggis.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordekstraksiid
dc.subject.keywordkulit manggisid
dc.subject.keywordultrasonikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record