Show simple item record

dc.contributor.advisorAstuti, Dewi Apri
dc.contributor.advisorJayanegara, Anuraga
dc.contributor.authorSujarnoko, Tekad Urip Pambudi
dc.date.accessioned2016-04-27T03:38:43Z
dc.date.available2016-04-27T03:38:43Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80039
dc.description.abstractTanin merupakan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman, salah satunya adalah chesnut. Tanin memiliki kemampuan mengikat beberapa nutrien pakan terutama protein. Tanin pada chesnut sebagian besar berbentuk tanin terhidrolisis. Tanin terhidrolisis di dalam rumen dapat terpecah menjadi gugus gula dan fenol yang mampu berperan sebagai antimikroba dan antioksidan di dalam darah. Penambahan tanin asal ekstrak chesnut diharapkan dapat meningkatkan nutrien bypass dan penyerapan di organ pasca rumen, serta menurunkan emisi methan dari enteric fermentation dan kolestrol darah. Pada penelitian ini ekstrak tanin asal chesnut diberikan dengan taraf sebagai berikut: Kontrol (pakan komplit tanpa penambahan tanin ekstrak asal chesnut), perlakuan P1 (pakan komplit + 0.17% ekstrak tanin asal chesnut dari bahan kering, perlakuan P2 (pakan komplit + 0.34% ekstrak tanin asal chesnut dari bahan kering. Rancangan acak kelompok digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan 12 ekor domba jantan ekor tipis yang berumur enam bulan dan berbobot badan (19.65 ± 1.10) Kg (pengelompokan ini berdasarkan bobot badan ternak). Perbedaan antar perlakuan diuji Duncan dan polynomial orthogonal agar didapatkan regresi hubungan pola fermentasi rumen dan metabolit darah. Parameter yang diukur adalah Konsumsi bahan kering (BK), perbandingan konsumsi bahan kering perbobot badan (BK/BB), pola fermentasi rumen meliputi (VFA parsial, amonia dan metana yang diestimasi dari VFA parsial), metabolit darah meliputi (Glukosa, BUN, dan Kolestrol), peningkatan bobot badan harian (PBBH), efisiensi pakan dan metana relatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tanin ekstrak asal chesnut tidak mempengaruhi konsumsi bahan kering (BK), cenderung mempengaruhi konsumsi bahan kering / bobot badan (BK/BB ) (P = 0.09), jumlah total VFA, jumlah asam asetat, propionat, butirat, metana absolut, peningkatan bobot badan harian (PBBH) dan efisiensi pakan. Penambahan tanin ekstrak asal chesnut mampu meningkatkan perbandingan asetat propionat (P = 0.04) dengan YC2/C3 = 4.61 + 4.53X (R2 = 0.54) (YC2/C3 = Perbandingan asetat propionat, X = Taraf ekstrak tanin asal chesnut) konsentrasi amonia turun secara nyata (P = 0.02) dengan formula YNH3 = 7.21 – 5.68X (R2=0.51) (YNH3 = Kandungan amonia, X = Taraf ekstrak tanin asal chesnut), cenderung meningkatkan metana relatif terhadap produksi VFA (P = 0.07) dengan rumus YCH4/VFA = 0.33 + 0.06X (R2=0.48) (YCH4/VFA = Perbandingan metana relatif terhadap VFA total, X= Taraf ekstrak tanin asal chesnut), mempengaruhi kolestrol darah domba (P = 0.04) dengan rumus Yk= 43.00 – 122.79X + 333.04 X 2(R2=0.66) (Yk = Kolestrol darah domba, X = taraf ekstrak tanin asal chesnut). Dari pengukuran, perhitungan dan perbandingan parameter–parameter penelitian didapatkan taraf terbaik pemberian dosis ekstrak tanin asal chesnut terhadap domba lokal ekor tipis adalah 0.17% secara empiris dan 0.18% secara teoritis dari konsumsi bahan kering.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal husbandryid
dc.subject.ddcSheepid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePenambahan Ekstrak Tanin Asal Chesnut Pada Ransum Terhadap Performa Domba, Pola Fermentasi Dan Metabolit Darahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordtaninid
dc.subject.keywordfermentasi rumenid
dc.subject.keywordmetabolit darahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record