Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjomidjojo, Hartrisari
dc.contributor.authorKardinah
dc.date.accessioned2015-06-04T05:46:53Z
dc.date.available2015-06-04T05:46:53Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/75434
dc.description.abstractPemasaran produk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan individu atau kelompok, dari proses tersebut perusahaan akan mendapatkan timbal balik. Sedangkan evaluasi produk penting dilakukan untuk mengetahui apakah produk sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan pasar produk Oriza dan mengevaluasi produk dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment). Hasil penelitian menunjukan bahwa produk Oriza berpotensi untuk dikembangkan sebagai solusi untuk meningkatkan citarasa nasi merah. Hal tersebut didukung oleh hasil wawancara yaitu terdapat 74% responden yang minat terhadap produk yang dapat meningkatkan citarasa nasi merah. Adapun segmentasi pasar produk Oriza ditentukan dari faktor psikografis, yaitu konsumen nasi merah yang menginginkan citarasa nasi merah lebih baik lagi. Evaluasi produk dengan metode QFD (Quality Function Deployment) menunjukan hasil bahwa diperlukan adanya perbaikan atribut rasa nasi lebih lezat, desain kemasan yang menarik, serta ulasan produk dalam artikel kesehatan. Untuk memperbaiki tiga atribut tersebut maka perlu ditingkatkan kinerja teknis seleksi bahan baku, formulasi produk, desain kemasan, perhitungan harga pokok produksi, dan pengenalan produk. Masukan serta saran responden dari hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi acuan untuk perbaikan rancangan produk.en
dc.language.isoid
dc.subject.ddcAgroindustrial technologyen
dc.subject.ddcOriza producten
dc.titlePemasaran dan Evaluasi Produk Oriza (Pemulen Nasi) menggunakan Metode Quality Function Deploymenten
dc.subject.keywordpemasaran, QFDen
dc.subject.keywordOrizaen
dc.subject.keywordpemulen nasi merahen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record