| dc.description.abstract | Swasembada daging sapi merupakan salah satu dari lima program utama Kementerian Pertanian. Tingginya konsumsi daging sapi nasional tidak dapat terpenuhi dari jumlah produksi daging sapi lokal. Kebutuhan konsumsi dipenuhi oleh daging sapi lokal dan impor, yang berpengaruh terhadap swasembada daging sapi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan metode peramalan dengan time series. Metode peramalan yang digunakan untuk jumlah produksi adalah metode ARIMA(1,1,1), sedangkan untuk konsumsi adalah metode Trend Quadratic karena memiliki nilai MSE terkecil. Hasil peramalan menunjukkan jumlah konsumsi dan jumlah produksi mengalami peningkatan pada tahun 2014-2019. Hasil analisis kesenjangan menunjukkan tingginya kesenjangan antara jumlah konsumsi dan jumlah produksi daging sapi yang kemudian akan dipenuhi oleh daging sapi impor, sehingga pada analisis potensi swasembada disimpulkan bahwa Indonesia tidak dapat melakukan swasembada daging sapi pada tahun 2014-2019 dikarenakan tidak terpenuhinya kebutuhan konsumsi daging sapi oleh produksi daging sapi lokal. Kata | en |