| dc.description.abstract | Dewasa ini mulai terjadi perubahan preferensi konsumen terhadap beras yang dipandang sebagai produk dengan nutrisi tertentu, kandungan glukosa yang rendah, serta proses penanaman yang tidak mengunakan bahan kimia. Perubahan preferensi tersebut berdampak terhadap pola pemasaran beras. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen beras pada Carrefour Permata Hijau, (2) Mengkaji proses keputusan pembelian konsumen dalam membeli beras di Carrefour Permata Hijau, (3) Menganalisis hubungan proses pengambilan keputusan dengan karakteristik konsumen beras di Carrefour Permata Hijau, (4) Mengidentifikasi dan menganalisis atribut – atribut yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi beras pada Carrefour Permata Hijau. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan jumlah responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data menggunakan Importance Performance Analysis, Customer Satisfaction Index, dan Chi Square dengan bantuan SPSS 16.00 for windows dan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin konsumen Carrefour Permata Hijau yang paling banyak adalah perempuan (68%) pada usia di atas 40 tahun (34%) dengan status pernikahan telah menikah (74%). Pendidikan konsumen paling banyak adalah S1 (45%) dengan pekerjaan paling banyak yaitu pegawai swasta (44%) dan rata – rata pendapatan per bulan antara Rp 2.500.001 – Rp 4.500.000 (30%). Hasil analisis proses keputusan pembelian tahap pengenalan kebutuhan menunjukkan bahwa motivasi utama konsumen yaitu rasanya yang enak dan pulen, manfaat utama yang dicarinya sebagai pemenuhan gizi. Pada tahap pencarian informasi, konsumen mengetahui tentang produk beras yang mereka konsumsi dari diri sendiri, dan yang menjadi fokus utamanya adalah rasa. Pada proses evaluasi alternatif, yang menjadi pertimbangan utamanya adalah rasa. Pada tahap keputusan pembelian, konsumen membeli secara terencana pada hari libur setiap sebulan sekali dan dipengeruni oleh diri sendiri dengan pengeluaran rata-rata saat berbelanja antara Rp 100.000 – Rp 500.000. Pada tahap perilaku pasca pembelian, konsumen menyatakan sudah merasa puas setelah mengkonsumsi produk beras dengan keunggulan yaitu rasa. Rata-rata konsumen telah mengkonsumsi selama lebih dari dua tahun. Perilaku terhadap kenaikkan harga yaitu akan tetap membeli dan persepsi terhadap produk adalah sepadan dengan kualitasnya. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa kandungan gizi memiliki tingkat kepentingan paling tinggi (4,27) dan fleksibel untuk segala usia memiliki kinerja paling baik (3,90). Hasil analisis CSI menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen termasuk pada kriteria puas (0,786). | en |