Model Pendugaan Laju Respirasi Brokoli (Brassica oleracea L. var. italic) pada Berbagai Suhu Penyimpanan
Abstract
Karakteristik penting hasil pertanian salah satunya masih melakukan aktivitas respirasi. Respirasi adalah suatu proses metabolisme dengan cara menggunakan oksigen dalam pembakaran senyawa yang lebih kompleks seperti pati, gula, protein, lemak, dan asam organik, sehingga menghasilkan molekul yang sederhana seperti CO2, air serta energi dan molekul lain yang dapat digunakan oleh sel untuk reaksi sintesa. Laju respirasi buah dan sayuran dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam. Faktor dalam yang mempengaruhi respirasi adalah tingkat perkembangan, ukuran produk, lapisan alamiah dan jenis jaringan. Faktor-faktor luar yang mempengaruhi adalah suhu, konsentrasi gas O2 dan CO2 yang tersedia, zat-zat pengatur tumbuh dan kerusakan yang ada pada buah dan sayuran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh suhu penyimpanan terhadap laju respirasi brokoli, mengkaji pola respirasi brokoli selama penyimpanan, membuat model pendugaan respirasi brokoli pada berbagai suhu penyimpanan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah brokoli (Brassica oleracea L. var. italic) yang didapat di daerah sekitar Bogor. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah unit pencampur gas, stoples, inkubator, gas analyzerIRA- 107 untuk mengukur konsentrisi CO2 dan portable oxygen tester POT-101 untuk mengukur konsentrasi O2, timbangan dan alat penunjang lainnya. Metode penelitian ini terdiri dari pengukuran laju respirasi (konsumsi O2 dan produksi CO2) diukur pada suhu 5 oC, 10 oC, 15 oC, 20 oC, dan 27 oC serta pendugaan laju respirasi dengan empat model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu penyimpanan 5 oC memiliki laju respirasi yang paling rendah (konsumsi O2 dan produksi CO2 yang paling rendah dibandingkan dengan perlakuan suhu lainnya). Pada suhu 5 oC konsumsi O2 pada hari pertama adalah 33.5±7.4 ml/kg jam sampai 28.2±1.7 ml/kg jam pada hari ke tujuh. Sedangkan produksi CO2 pada hari pertama adalah 28.9±9.5 ml/kg jam sampai 18.2±4.7 ml/kg jam pada hari ketujuh. Laju respirasi semakin menurun dengan semakin rendahnya suhu penyimpanan dan penyimpanan dingin dapat menghambat aktivitas respirasi. Respirasi brokoli menunjukkan pola yang menurun dan tidak terdapat kenaikan konsumsi O2 dan produksi CO2 yang tajam. Nilai RQ brokoli yang disimpan pada lima suhu penyimpanan yang berbeda. Nilai RQ brokoli berkisar antara 0.94 - 1.01 atau mendekati 1.0, hal ini menunjukkan bahwa proses metabolisme berlangsung secara normal menggunakan substrat karbohidrat, protein atau lemak dengan ketersediaan oksigen yang cukup. Nilai Q10 brokoli hasil pendugaan laju respirasi dengan menggunakan model berkisar antara 1.72 – 1.88 yang berarti bahwa setiap v kenaikan suhu sebesar 10 oC laju respirasi akan meningkat sebanyak 1.72 - 1.88 kali. Beberapa model matematika telah digunakan untuk mendeskripsikan laju respirasi brokoli pada berbagai suhu penyimpanan. Model logaritmik cukup baik untuk menggambarkan laju respirasi di berbagai suhu dengan koefisien determinasi 0.9848 untuk laju konsumsi O2 dan 0.9943 untuk laju produksi CO2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pendugaan laju respirasi brokoli pada kondisi atmosfer terkendali menggunakan sistem terbuka (open system).
