Show simple item record

dc.contributor.advisorBengen, Dietriech G.
dc.contributor.advisorSubhan, Beginer
dc.contributor.authorRamadhana, Hikmah Cut
dc.date.accessioned2013-03-15T02:43:27Z
dc.date.available2013-03-15T02:43:27Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/61349
dc.description.abstractData tahun 2011 yang dihimpun dari 1.076 stasiun pengamatan milik Pusat Penelitian Oseanografi LIPI menunjukkan hanya 5,58 % terumbu karang Indonesia yang tergolong sangat baik dan 26,95 % kondisinya baik. Sisanya, sebanyak 36,90 % berada dalam kondisi cukup baik, sedangkan 30,76 % kondisinya kurang baik. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian terumbu karang adalah melalui transplantasi karang. Transplantasi karang merupakan suatu teknik penanaman dan pertumbuhan koloni karang baru dengan metode fragmentasi dimana benih karang diambil dari suatu induk koloni tertentu. Transplantasi karang bertujuan untuk mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah mengalami kerusakan atau untuk memperbaiki daerah terumbu karang yang rusak, terutama untuk meningkatkan keragaman dan persen penutupan. Transplantasi karang dilakukan pada bulan Juli 2011 sampai Februari 2012, bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta. Transplantasi karang dilakukan pada kedalaman 12 meter. Karang yang ditransplantasikan adalah jenis Acanthastrea echinata. Parameter yang diamati berupa panjang dan lebar karang, serta parameter fisik-kimiawi yang mempengaruhinya. Data ini kemudian diolah untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan mutlak karang dan hubungan faktor fisik-kimiawi di perairan dengan pertumbuhan karang. Kondisi perairan tempat pengamatan transplantasi karang memiliki kisaran suhu 28-29 0C. Nilai salinitas yang didapatkan pada saat pengamatan berkisar antara 30-35 0/00. Kekeruhan bernilai 0,25-1,05 NTU, sedangkan nilai oksigen terlarut pada perairan memiliki nilai 4,88-6,03 mg/l. Kandungan nitrat berada pada kisaran 0,13-0,37 mg/l dan nilai ortofosfat berkisar antara 0,004-0,278 mg/l. Seluruh fragmen yang ditransplantasikan memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 100 %. Pertumbuhan mutlak karang yang ditransplantasikan selama 6 bulan memiliki nilai panjang sebesar 1,94 ± 1,37 cm dan nilai lebar sebesar 1,51 ± 1,06 cm. Penutupan luka terjadi pada bulan Oktober, setelah itu terjadi pelebaran jaringan hingga bulan keenam pengambilan data. Hubungan pertumbuhan karang dengan karakteristik fisik-kimiawi perairan menunjukkan korelasi yang sangat kuat pada panjang dan lebar karang. Nilai koefisien determinasi (R2) pada panjang karang sebesar 0,941, sedangkan pada lebar karang nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,972.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titlePertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Karang Keras Acanthastrea echinata (Dana 1846) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribuen


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record