View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Agribusiness
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Dampak Kenaikan Harga Kedelai di Sentra Industri Tempe Kelurahan Semanan Jakarta Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (5.162Mb)
      BAB I (419.1Kb)
      BAB II (400.3Kb)
      BAB III (924.0Kb)
      BAB IV (435.1Kb)
      BAB V (3.601Mb)
      BAB VI (400.4Kb)
      BAB VII (605.2Kb)
      BAB VIII (373.4Kb)
      Cover (294.0Kb)
      Daftar Pustaka (492.4Kb)
      Date
      2010
      Author
      Kurniasari, Evy
      Kusnadi, Nunung
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kondisi ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor untuk memenuhi konsumsi kedelai dalam negeri. Salah satu konsumsi kedelai dilakukan dalam bentuk tempe. Bagi pengrajin tempe, kedelai menjadi bahan baku utama yang sulit untuk di substitusi. Konsekuensinya adalah kedelai menjadi komponen biaya terbesar pada struktur biaya pengrajin tempe. Adanya fluktuatif harga kedelai dengan kecenderungan meningkat, membuat biaya produksi pengrajin tempe cenderung meningkat pula sehingga membuat keuntungan pengrajin tempe menurun. Pengrajin tempe sebagai produsen tentu selalu akan memaksimumkan keuntungannya, maka apabila terjadi perubahan pada harga input maka pengrajin tempe akan melakukan tindakan penyesuaian (adjustment). Tindakan penyesuaian yang dilakukan pengrajin, diduga akan berbeda-beda karena adanya perbedaan skala produksi. Di sentra Industri Tempe Kelurahan Semanan, Jakarta Barat terdapat tiga macam pengrajin tempe yang dibedakan berdasarkan skala produksinya. Ketiga pengrajin tersebut yakni pengrajin tempe skala kecil, menengah, dan besar. Pengrajin skala kecil adalah pengrajin yang menggunakan kedelai kurang dari 100 kg per proses produksinya, pengrajin skala menengah adalah pengrajin yang menggunakan kedelai mulai dari 100 kg hingga kurang dari 200 kg per produksi, dan pengrajin skala besar adalah pengrajin yang menggunakan kedelai mulai dari 200 kg hingga lebih per proses produksi. Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan penelitian ini yaitu menganalisis struktur biaya pengrajin tempe dan menganalisis dampak kenaikan harga kedelai pada industri tempe, khususnya dilihat dari perubahan jumlah penggunaan kedelai, keuntungan, dan jumlah penggunaan jam tenaga kerja luar keluarga. Penentuan sampel dilakukan dengan snowball sampling sebanyak tujuh puluh responden untuk mengetahui gambaran umum industri tempe dan respon pengrajin terhadap kenaikan harga kedelai. Untuk mengetahui struktur biaya secara rinci dilakukan purposive sampling pada enam pengrajin tempe, yang masing-masing skala produksi pengrajin diwakili oleh dua orang pengrajin tempe.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/60655
      Collections
      • UT - Agribusiness [4774]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository