Show simple item record

dc.contributor.advisorWahyuni, Ekawati Sri
dc.contributor.authorFierda, Grace
dc.date.accessioned2012-10-01T01:58:27Z
dc.date.available2012-10-01T01:58:27Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57567
dc.description.abstractMigrasi adalah salah satu komponen pertambahan penduduk yang paling sulit untuk dirumuskan dan diukur, karena siklusnya dapat terjadi lebih dari satu kali. Suku Batak merupakan yang salah satu suku dengan tingkat mobilitas (migrasi) yang tinggi yang mengantarkan mereka ke berbagai penjuru tanah air bahkan keluar negeri. Dalam proses pengambilan keputusan migrasi, misi budaya (hamoraan, hagabeon, hasangapon) turut mempengaruhi motivasi migran etnis Batak Toba. Di daerah tujuan migrasi, migran tidak melupakan budaya yang telah terintemalisasi dalam diri migran. Budaya yang dimaksud adalah sistem kekerabatan dalihan na tolu. Dalihan na tolu merupakan sistem kekerabatan pada masyarakat Batak Toba yang terdiri dari tiga unsur utama, yaitu hula-hula, boru dan dongan sabutuha. Secara sepintas, dalihan na tolu seolah-seolah hanya menunjuk pada hubungan darah saja. Bila dilihat atau diamati lebih luas, dalihan na tolu juga mengakui kodrat dan kehendak Tuhan. Dalihan na tolu sangat menghargai semua pihak untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi terhadap keadilan tutur adat.IND
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleMigrasi dan Pemanfaatan Dalihan Na Tolu Pada Migran Etnis Batak Toba (Kasus Migran Kumpulan Marga Aritonang di Bogor, Propinsi Jawa Barat).IND


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record