Show simple item record

dc.contributor.authorSeptiani, Siska
dc.date.accessioned2011-10-20T05:53:34Z
dc.date.available2011-10-20T05:53:34Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51119
dc.description.abstractIndonesia telah mencapai berbagai kemajuan dalam memerangi masalah gizi buruk, namun dibalik itu kasus kekurangan gizi mikro (terutama mineral) masih banyak ditemukan seperti osteoporosis dan anemia. Kekurangan gizi mineral ini dapat diatasi dengan cara mengkonsumsi makanan hasil laut. Makanan hasil laut merupakan sumber pangan yang kaya akan komponen mineral. Salah satu hewan avertebrata laut yang berpotensial memiliki kandungan mineral tinggi adalah keong ipong-ipong. Masyarakat kota Cirebon umumnya mengkonsumsi keong ipong-ipong setelah dilakukan proses perebusan sehingga perlu dilakukannya penelitian mengenai pengaruh metode pengolahan terhadap kandungan dan kelarutan mineral keong ipong-ipong.en
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titlePengaruh metode pengolahan terhadap kandungan mineral keong ipong-ipong (Fasciolaria salmo)en


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record