| dc.description.abstract | Surimi adalah produk setengah jadi dari daging ikan yang telah mengalami proses penghancuran, pencucian dengan air, pengepakan dan penyimpanan beku. Selama dishpan, surimi akan kehilangan sebagian sifat fungsionalnya akibat proses denaturasi protein. Cara yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan penambahan clyoprotectant. Kebanyakan mono dan disakarida berbobot molekul rendah digunakan sebagai clyoprotectant, salah satunya adalah sorbitol. Tetapi rasa manis dan kalori yang terdapat pada sorbitol ini kurang disukai sebagian konsumen, khususnya yang sensitif terhadap gula. Saat ini sudah banyak dilakukan usaha untuk mencari cryoprotectant yang tidak memberikan rasa manis tetapi memberikan efek clyoprotective sama seperti sukrosa dan sorbitol. Bahan lain yang diharapkan menjadi alternatif adalah karaginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisiko-kimia surimi ikan nila selama penyimpanan beku dan mengetahui fungsi karaginan sebagai clyoprotectant dibandingkan dengan sorbitol. Penelitian diawali dengan pembuatan karaginan murni dari Kappaphycus alvarezii, dilanjutkan dengan pembuatan surimi dan analisis fisiko-kimia surimi pada penyimpanan beku selama 8 minggu | en |