Show simple item record

dc.contributor.authorDevis, Ferry Harvey
dc.date.accessioned2011-09-15T06:50:43Z
dc.date.available2011-09-15T06:50:43Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50474
dc.description.abstractBerdasarkan catatan Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, produksi rumput laut nasional pada tahun 2007 adalah 1.343.700 ton, dengan areal strategis untuk budidaya rumput laut di seluruh Indonesia adalah 21.500 Ha. Besarnya potensi pengolahan rumput laut masih belum diimbangi dengan penanganan limbah pengolahannya. Kandungan limbah yang dihasilkan oleh pengolahan rumput laut salah satunya adalah karbohidrat yaitu berupa selulosa dan sisa karaginanyang tidak terekstrak. Limbah ini dapat diolah secara fermentasi dengan menggunakan biakan Saccharomyces cerevisiae. Khamir dari jenis Saccharomyces cerevisiae dapat memfermentasi gula sehingga menghasilkan etanol. Tujuan dari penelitian ini adlah untuk memanfaatkan ampas rumput laut Kappaphycus alvarezii sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan mengetahui waktu optimum fermentasi dalam menghasilkan bioetanol dalam jumlah maksimal dengan kadar terbaiken
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleBioetanol berbahan dasar amaps rumput laut Kappaphycus alvareziien


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record