| dc.description.abstract | Sutera merupakan serat yang dihasilkan oleh ulat sutera, salah satu ulat sutera yang sangat terkenal dengan produksi suteranya ialah Bombyx mori L. Cara untuk memperoleh bibit ulat sutera yang baik diantaranya adalah dengan melakukan seleksi dan persilangan. Salah satu metode persilangan yang perlu mendapat perhatian dari aspek penurunan sifat secara maternal adalah persilangan resiprokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas kokon hasil Persilangan ulat sutera ras Cina dengan ras Jepang secara resiprokal dan membandingkannya dengan bibit komersial yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan enam perlakuan yang terdiri atas empat jenis persilangan secara resiprokal, yaitu persilangan ras Jepang 108 betina dengan ras Cina jantan 808 (P1), persilangan ras Cina betina 808 dengan ras Jepang jantan 108 (P2), ras Cina betina 806 yang disilangkan dengan ras Jepang jantan 903 (P3), ras Jepang betina 903 yang disilangkan dengan ras Cina jantan 806 (P4), dan dua jenis bibit komersial, yaitu BS09 (P5) dan C301 (P6). Sifat yang akan diamati yaitu bobot kokon, persentase kulit kokon, rendemen pemeliharaan, dan persentase kokon normal. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persilangan resiprokal terhadap bobot kokon pada P1 dan P2 yang merupakan persilangan resiprokal pertama. Namun pada P3 dan P4 tidak terdapat pengaruh persilangan resiprokal terhadap semua sifat yang diamati. Berdasarkan hasil analisis P1, P2, P3 dan P4 memiliki nilai bobot kokon yang lebih tinggi dibandingkan dengan P6 dan memiliki nilai persentase kulit kokon, rendemen pemeliharaan dan persentase kokon normal yang tidak berbeda nyata dengan bibit komersial P6. Di sisi lain, P1, P3, dan P4 memiliki nilai yang tidak berbeda nyata dengan bibit komersial P5 pada semua sifat yang diamati. Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kualitas benang yang dihasilkan. | en |