Show simple item record

dc.contributor.authorJuwita, Mira
dc.date.accessioned2011-07-19T07:29:35Z
dc.date.available2011-07-19T07:29:35Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/48582
dc.description.abstractIndonesia tercatat sebagai produsen teh terbesar ke lima di dunia setelah India, Cina, Srilanka dan Kenya. Menurut AsosiasiTeh Indonesia, produksi teh Indonesia setiap tahun mencapai 150ribu ton dan sekitar 100 ribu ton untuk ekspor. PT Perkebunan Nusantara VIII merupakan penghasil devisa terbesar dari komoditas teh. Perkebunan yang telah mimiliki 31 pabrik ini, sekarang menguasai sekitar 70% pangsa pasar teh di Indonesia. Salah satu kebun yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara VIII adalah kebun Gunung Mas yang menghasilkan teh hitam CTC sebagai komoditas utama. Menurut Asosiasi Teh Indonesia, pada tahun 2005 harga rata-rata teh Indonesia adalah US$ 1,06 per kg. Harga teh Indonesia di dunia idealnya berada pada kisaran US$ 1,3 hingga US$ 2 per kg. Permasalahan rendahnya harga jual teh di pasar internasional ini menyebabkan meruginyaprodusen teh secara nasional. Salah satu permasalahan yang mengakibatkan rendahnya harga teh Indonesia saat ini terkait dengan masalah kualitas produk yang dihasilkan, begitu pula dengan permasalahan rendahnya harga teh di kebun Gunung Mas.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleKajian strategi peningkatan kualitas proses dan produk teh di PT. Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas, Cisarua, Bogoren


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record