Show simple item record

dc.contributor.advisorWarsiki, Endang
dc.contributor.advisorSunarti, Titi Candra
dc.contributor.authorSianturi, Juanda
dc.date.accessioned2011-07-07T02:38:29Z
dc.date.available2011-07-07T02:38:29Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/47395
dc.description.abstractPerkembangan teknologi yang semakin mutakhir dan kebutuhan yang terus meningkat menyebabkan permintaan masyarakat akan teknologi atau terobosan baru semakin bertambah, tidak terkecuali di bidang pangan. Ada kecenderungan bahwa masyarakat semakin peka terhadap isu lingkungan sehingga produk-produk yang ramah lingkungan semakin disukai di masyarakat. Salah satu terobosan dalam bidang pangan yaitu penggunaan kemasan aktif yang bersifat biodegradable. Kemasan aktif menurut Ahvenainen (2003) adalah kemasan yang dapat mengubah kondisi makanan yang dikemas untuk memperpanjang umur simpan atau untuk meningkatkan keamanan, sementara tetap mempertahankan kualitas makanan yang dikemas. Salah satu contoh sifat aktif pada kemasan yaitu sifat anti mikroba (AM) dimana kemasan dapat menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk dan toksik sehingga dapat mencegah kerusakan produk yang diakibatkan oleh kegiatan mikroorganisme. Sifat anti mikroba didapatkan dengan cara menginduksi bahan tertentu yang memiliki sifat anti mikroba ke dalam bahan kemasan sehingga bahan kemasan yang dibuat akan memiliki sifat anti mikrobaen
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengembangan kemasan aktif berbahan dasar kitosan dengan penambahan ekstrak bawang putihen


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record