Show simple item record

dc.contributor.authorAryani, Arie
dc.date.accessioned2011-06-09T02:26:53Z
dc.date.available2011-06-09T02:26:53Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/45846
dc.description.abstractSejak eksploitasi minyak bumi dilaksanakan di Indonesia, produk sampingan kegiatan ini yang berupa sludge atau lumpur minyak belum tertangani secara baik. Padahal, lumpur yang mengandung berbagai logam berat ini bila menumpuk di permukaan tanah, cairannya dapat merembes ke tanah dan mencemari air tanah. Lumpur minyak adalah limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi yang secara umum terdiri dari hidrokarbon, air dan mineral padat. Metode pengembalian lahan tercemar pada kondisi mendekati aslinya dapat menggunakan teknologi fitoremediasi yang memanfaatkan tanaman secara langsung maupun bagian-bagian tanaman tersebut. Fitoremediasi merupakan alternatif yang mudah dan murah dibandingkan dengan cara remediasi fisiko-kimia maupun bioremediasi dengan menggunakan mikroorganisme. Namun teknik fitoremediasi juga memiliki beberapa keterbatasan, terutama yang berhubungan dengan batasan konsentrasi kontaminan yang dapat ditolerir oleh tanaman.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectTanaman bunga matahari, Lumpur minyaken
dc.titleUji toksisitas hasil remediasi lumpur minyak terhadap tanaman bunga matahari, Helianthus annuus L.en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record