Show simple item record

dc.contributor.authorNurliawati, Renti
dc.date.accessioned2010-08-10T02:57:51Z
dc.date.available2010-08-10T02:57:51Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/36529
dc.description.abstractSalah satu arah pembangunan nasional adalah pemberdayaan masyarakat petani maupun petani ternak (peternak) untuk ikut serta dalam mengembangkan pertanian nasional. Peternak dituntut untuk lebih mandiri artinya petemak mempunyai motivasi yang tinggi, terampil, pengetahuan yang memadai dan mampu mengembangkan kepulusan yang tepat untuk mengelola usaha tani atau ternaknya. Sektor petemakan merupakan bagian dari sektor pertanian yang harus diperhatikan dan dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah tersebut, maksudnya adalah daerah yang mempunyai sumberdaya alam yang potensial yang salah satunya dapat dilihat dari sektor peternakan. Program Kecukupan Daging 2010 yang dirancang Direktorat Jenderal Petemakan, menetapkan produksi daging sapi dalam negeri has memberikan kontribusi sebesar 90-95 persen. Saat ini diperkirakan kemampuan produksi daging dalam negeri baru mampu memberikan kontribusi sekitar 70-75 persen terhadap kebutuhan nasionalid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleKemandirian Peternak Usaha Penggemukan Sapi Potong di Kabupaten Garut (Kasus Peternak Kelompok Salma Jaya Desa Wanaraja Kecamatan Wanajaya, Kabupaten Garut)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record