Show simple item record

dc.contributor.authorUtama, Tonih
dc.date.accessioned2010-05-26T05:17:23Z
dc.date.available2010-05-26T05:17:23Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/25763
dc.description.abstractBerdasarkan jumlah luas lahan tanaman karet nasional tahun 2001 yang merupakan penjumlahan dari luas panen karet rakyat (2.903.040 hektar) dengan luas panen kebun karet besar (550.440 hektar) yaitu sebesar 3.453.480 hektar, Indonesia seharusnya merupakan negara penghasil karet alam dengan peringkat nomor satu dunia. Sayangnya perkebunan karet yang luas ini tidak diimbangi dengan produktivitas yang tinggi. Produktivitas lahan karet Indonesia rata-rata kecil dan mutu bokar yang dihasilkan rendah. Perkebunan karet Indonesia yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia dikelola oleh pemerintah dan swasta. Perkebunan karet dalam skala kecil umumnya dimiliki oleh rakyat. Berdasarkan data dari BPS (2002), jumlah luas kebun karet yang dimiliki oleh rakyat pada tahun 2001 sebesar 2.903.040 hektar atau sebesar 84.45% dari luas total lahan karet Indonesia (3.453.480 hektar).id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleSistem Penunjang Keputusan Perencanaan Agroindustri Terpadu Berbasis Karet Dengan Memberdayakan Petani Kebun Di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatanid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record