Show simple item record

dc.contributor.authorKardiyanto, Eko
dc.date.accessioned2010-05-25T09:31:31Z
dc.date.available2010-05-25T09:31:31Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/25475
dc.description.abstractBerawal dari semakin tingginya kewaspadaan konsumen terhadap makanan yang dikonsumsi, terutama makanan yang berasal dari produk hewani sehingga dibutuhkan makanan ternak yang tidak hanya mencukupi kebutuhan nutrisi hagi ternak tetapi juga bagi keamanan konsumen terhadap makanan yang dikonsumsi. Sej ak ditemukannya Penicillin of eh Alexander Fleming tahun 1928, penggunaan antibiotika tidak hanya untuk tujuan terapi pada kasus penyakit infeksi tetapi juga digunakan untuk pemacu pertumbuhan hewan ternak dan mencegah proses pembusukan oleh mikrwrganisme pembusuk pada produk hewani . Narnun, akhir-akhir ini penggunaan antibiotika mengalami penurunan dan bahkan penggunaannya dilarang di beberapa negara karena adanya residu dan resistensi mikroba. Sebagai pengganti antibiotika, peternak menggunakan probiotik sebagai bahan aditif. Probiotik mengandung komponen-komponen yang dapat meningkatkan kesehatan ternak dan tidak menimbulkan residu maupun resistensi mikroba dalam tubuh manusia ataupun hewan.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleJurnlah Leukosit pada Ayarn broiler yang Diinfeksi Salmonella rypkimurium setelah Pemberian Probiotik Bacillus upiurius dan BaciIlus coagtiluns pada Air Minum:id
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record