Show simple item record

dc.contributor.authorMasudi, Udi
dc.date.accessioned2010-05-13T09:10:28Z
dc.date.available2010-05-13T09:10:28Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/21344
dc.description.abstractKualitas daging sangat dipengaruhi olen penanganan ternak sebelum dipotong, pada saat pemotongan dan penanganan sesudah pemotongan. Selama ternak diangkut, menurut Sutton (1961) ternak akan mengalami hiperacirenalis, yaitu terjadinya peningkatan mobilisasi glikogen otot serta rendahnya energi cadangan otot. Domba yang telah mengalami pengangkutan selama 4 jam akan mengalami penurunan glikogen otot sehingga nilai pH akhir otot akau menurun (Shorthose dan Wythes, 1988). Jika ternak tersebut langsung dipotong, maka daging yang dihasilkan akan berwama gelap dengan pH yang tinggi atau sering kita kenai dengan daging DFD yaitu dark, firm dan dry. Kasus ini dapat dihindari dengan cara ternak harus diistirahatkan agar kondisi tubuhnya kembali normal. Salah satu cara untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuh ternak ini adalah dengan memberikan larutan glukosa pada waktu istirahat, seperti yang telah dilakukan Schaefer et al. (1990) pada sapi.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh Pemberian Gula Sebelum Pemotongan Terhadap Sifat Fisik Daging Domba.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record