Show simple item record

dc.contributor.authorFebrianto, Noor Ariefandie
dc.date.accessioned2010-05-12T03:01:58Z
dc.date.available2010-05-12T03:01:58Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19877
dc.description.abstractIndonesia menempati urutan ketiga di dunia sebagai penghasil kakao tebanyak setelah Pantai Gading (Ivory Coast) dan Ghana. Produk kakao Indonesia terutama yang berasal dari perkebunan rakyat dicirikan dengan mutu yang rendah, kadar kotoran yang tinggi, didominasi biji tidak terfermentasi, kontaminasi serangga dan jamur yang tinggi serta mempunyai citarasa yang lemah. Metode refermentasi merupakan metode peningkatan mutu pada kakao kering siap jual yang tidak terfermentasi atau terfermentasi sebagian sehingga mempunyai mutu yang setara dengan kakao well-fermented. Metode ini dikembangkan oleh Misnawi (2003) dan berhasil meningkatkan mutu citarasa kakao secara signifikan pada skala laboratorium yang dipresentasikan dengan konsentrasi komponen pirazin yang lebih tinggi pada produk refementasi dibandingkan dengan biji kakao tidak terfermentasi.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleIdentifikasi dan Analisa Komponen Aroma Pada Lemak Kakao Hasil Refermentasi Dengan Metode Spme-Gc (Solid Phase Microextraction-Gas Chromatography)id
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record