Show simple item record

dc.contributor.authorSetiyono, Adi
dc.date.accessioned2010-05-11T09:01:15Z
dc.date.available2010-05-11T09:01:15Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19374
dc.description.abstractProduksi mete gelondong di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1998 produksi mete sebesar 76,047 ton dan pada tahun 1999 meningkat menjadl 76,56 ton. Indonesia mengekspor mete dalam bentuk gelondong sebesar 94,44 % dan mengimpor biji mete dari India sebesar 97,03 %. Dengan demikian nilai tambah terbesar dari produk mete seperti CNSL diperoleh negara pembeli mete gelondongan. CNSL mempunyai nilai ekonomis yang tinggi karena berbagai kegunaannya di bidang industri ahtara lain sebagai bahan cat dan vemis, bah an isolatif, bahan pemlastis, dan bahan pelunak kanvas rem dan kopling kendaraan. Pengguna utama CNSL dunia adalah industri kanvas rem yang menggunakan ,CNSL dalam bentuk bubuk friksi dan resin fenolil<. Keunggulan bubuk friksi adalah sifatnya yang dapat menyerap panas yang ditimbulkan oleh aksi pengereman sehingga dapat memperpanjang efisiensi pengereman, tidak mudah aus oleh gesekan dan aksi pengereman yang ditimbulkan terdengar halus.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh Waktu Pemanasan Awal dan Konsentrasi Heksamin dalam Pembuatan Bubuk Friksi sebagai Komponen Kanvas Rem Berbahan Baku CNSL (Cashew Nut Shell Liquid)id
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record