Show simple item record

dc.contributor.advisorSukria, Heri Ahmad
dc.contributor.advisorNugraha, R. Taufiq Purna
dc.contributor.authorAzra, Kayis Ardian
dc.date.accessioned2026-10-29T04:16:24Z
dc.date.available2026-10-29T04:16:24Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180212
dc.description.abstractKeberhasilan konservasi ex situ burung nuri bayan (Eclectus roratus) sangat bergantung pada manajemen nutrisi yang optimal. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pakan buatan bersuplemen bioekstrak daun kelor dan maggot terhadap asupan pakan, kecernaan, dan kadar Follicle-Stimulating Hormone (FSH). Enam burung dewasa dalam Rancangan Bujur Sangkar Latin Ganda 3×3 diberi pakan alami (P0), atau pakan alami ditambah pakan buatan tanpa bioekstrak (P1) maupun dengan 1% bioekstrak (P2) selama 81 hari. Perlakuan P2 secara nyata menghasilkan konsumsi bahan segar (72,39 g ekor-1 hari-1), abu, energi bruto, dan protein kasar (13,11 g ekor-1 hari-1) tertinggi. Pemberian pakan buatan (P1 dan P2) mampu meningkatkan kecernaan bahan kering secara nyata dibandingkan pakan alami (P0), namun penambahan bioekstrak tidak memberikan perbedaan nyata pada kecernaan nutrien lainnya. Rata-rata konsentrasi FSH menurun dari 5,53 mIU mL-1 menjadi 2,89 mIU mL-1 (p = 0,028; Cohen’s d = 1,25), konsisten dengan fase reproduksi pasif, meskipun signifikansinya bersifat borderline dan sensitif terhadap satu individu. Rancangan pengukuran hormon pada penelitian ini tidak memungkinkan pengujian pengaruh perlakuan terhadap kadar FSH.
dc.description.abstractThe ex-situ conservation success of the Eclectus parrot (Eclectus roratus) relies heavily on optimal nutritional management. This study evaluated the effects of artificial diets supplemented with Moringa leaf and maggot bio-extracts on feed intake, nutrient digestibility, and FSH levels. Six adult birds in a Replicated 3×3 Latin Square Design received a natural diet (P0), or natural diets supplemented with artificial feed without (P1) or with 1% bio-extract (P2) for 81 days. P2 significantly yielded the highest intake of fresh matter (72.39 g bird-1 day-1), ash, gross energy, and crude protein (13.11 g bird-1 day-1). The provision of artificial diets (P1 and P2) significantly improved dry matter digestibility compared to the natural diet (P0), however, the addition of bio-extracts did not significantly affect the digestibility of other nutrients. Mean FSH concentration decreased from 5.53 mIU mL-1 to 2.89 mIU mL-1 (p=0.028; Cohen’s d = 1.25), consistent with a passive reproductive phase, although significance was borderline and sensitive to a single individual. The hormone sampling design of this study did not permit testing the effect of dietary treatment on FSH concentration.
dc.description.sponsorshipBadan Riset dan Inovasi Nasional
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePENGARUH PAKAN BUATAN DENGAN PENAMBAHAN BIOEKSTRAK DAUN KELOR DAN MAGGOT TERHADAP KECERNAAN DAN KADAR FOLLICLE-STIMULATING HORMONE BURUNG NURI BAYANid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBurung Nuri Bayanid
dc.subject.keyworddaun kelorid
dc.subject.keywordFSHid
dc.subject.keywordmaggotid
dc.subject.keywordkecernaanid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record