Analisis Produksi Biogas Berbahan Dasar Campuran Feses Sapi dan Kuda
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Dedah, Alvin
Salundik
Prabowo, Sigid
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan energi nasional meningkat namun ketersediaan energi fosil menurun. Biogas hadir sebagai salah satu sumber energi berkelanjutan dengan pemanfaatan kotoran ternak. Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil produksi biogas dari campuran kotoran sapi dan kotoran kuda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga level perlakuan dan tiga ulangan dengan kombinasi S100K0 (100% feses sapi perah dan 0% feses kuda), S80K20 (80% feses sapi perah dan 20% feses kuda), dan S60K40 (60% feses sapi perah dan 40% feses kuda ). Parameter yang diamati meliputi total solid (TS), volatil solid (VS), suhu, pH, volume biogas, dan uji nyala api. Nilai TS awal dan TS akhir setiap perlakuan berbeda nyata (P<0,05). Hasil analisis memaparkan bahwa takaran S60K40 menghasilkan biogas yang signifikan lebih tinggi dibandingkan yang hanya berbahan dasar feses sapi, meskipun hanya relatif lebih tinggi dibanding dengan S80K20. Simpulan, kombinasi antara feses sapi dan kuda dalam proses produksi biogas sangat berpotensi meningkatkan volume gas dan nyala api, sehingga sangat disarankan untuk diterapkan pada pengelolaan limbah di peternakan sapi perah. Kata kunci: biogas, feses, friesian holstein, kuda, pengelolaan limbah National energy demand is increasing, while the availability of fossil energy is declining. Biogas emerges as a sustainable energy source produced from livestock manure. The objective of this study was to analyze biogas production from a mixture of cow manure and horse manure. This study used a completely randomized design (CRD) with three treatment levels and three replications, with the combinations S100K0 (100% dairy cow feces and 0% horse feces), S80K20 (80% dairy cow feces and 20% horse feces), and S60K40 (60% cow dairy feces and 40% horse feces). The parameters observed were total solids (TS), volatile solids (VS), temperature, pH, biogas volume, and flame test. The initial and final TS values of each treatment differed significantly (P<0.05). The analysis showed that the S60K40 formulation produced significantly more biogas than the formulation based solely on cow feces, although it was only slightly higher than S80K20. In conclusion, combining cow and horse feces in the biogas production process has great potential to increase gas volume and flame duration, making it highly recommended for application in waste management systems on dairy farms. Keywords: biogas, feces, friesian holstein, horse, waste management

