| dc.description.abstract | Fermentasi lanjutan pada kombucha setelah pengemasan dapat menyebabkan
peningkatan karbonasi, gushing, dan kebocoran kemasan sehingga diperlukan
perbaikan proses pascafermentasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem filtrasi
pascafermentasi yang sesuai dengan kondisi produksi Hakko Kombucha serta
merumuskan strategi pengembangan usahanya. Penelitian menggunakan
pendekatan desain keteknikan yang meliputi eksplorasi masalah, pendefinisian
masalah, pembangkitan alternatif solusi, pengembangan prototipe, dan validasi
prototipe. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa cartridge filter 10 µm mampu
menurunkan jumlah khamir dari 3,84 menjadi 2,72 log CFU/mL pada varian nanas
dan dari 3,04 menjadi 2,47 log CFU/mL pada black tea, sedangkan jumlah bakteri
asam asetat relatif tetap. Filtrasi juga menunjukkan kecenderungan memperlambat
perkembangan keasaman selama penyimpanan dan tetap mempertahankan
karakteristik sensori produk. Penerapan sistem filtrasi meningkatkan HPP dari
Rp8.504 menjadi Rp8.510 per botol dan dapat diintegrasikan ke dalam penjadwalan
produksi. Skor IFE sebesar 2,736 dan EFE sebesar 2,667 menempatkan perusahaan
pada sel V dengan strategi hold and maintain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
filtrasi 10 µm berpotensi diterapkan untuk mendukung kestabilan produk dan
pengembangan usaha Hakko Kombucha. | |