Show simple item record

dc.contributor.advisorEffendi, Irzal
dc.contributor.advisorVinasyiam, Apriana
dc.contributor.authorDIVA, SABRINA NASWA
dc.date.accessioned2026-10-22T02:12:12Z
dc.date.available2026-10-22T02:12:12Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180158
dc.description.abstractKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang penyediaan benihnya masih bergantung pada hasil tangkapan alam. Namun demikian, penanganan benih belum banyak mendapatkan perhatian, antara lain dalam teknik pengikatan kepiting dalam transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh teknik pengikatan benih kepiting bakau selama transportasi dan pascatransportasi terhadap respons stres fisiologis, tingkat kelangsungan hidup (TKH), dan manfaat ekonominya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan, yaitu pengikatan hanya pada capit (CS) serta pengikatan pada capit, kaki jalan, dan kaki renang (IS), masing-masing sebanyak 60 ekor. Benih ditransportasikan secara kering sejauh 220 km selama 5 jam, kemudian dipelihara selama 14 hari dalam boks apartemen berbasis RAS. Kadar glukosa hemolimfa selama transportasi meningkat sebesar 20,67% pada CS dari 38,7 ± 2,66 mg dL?¹ menjadi 46,7 ± 1,47 mg dL?¹ yang lebih rendah daripada IS yang meningkat 44,31% dari 42,2 ± 3,35 mg dL?¹ menjadi 60,9 ± 5,80 mg dL?¹. TKH pada CS sebesar 86,67%, secara deskriptif lebih tinggi daripada IS 81,67%. Perubahan teknik pengikatan dari IS menjadi CS menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp271 per ekor. Secara keseluruhan, perubahan dari teknik IS menjadi CS dapat menurunkan stres fisiologis, serta cenderung meningkatkan TKH dan manfaat ekonominya.
dc.description.abstractMud crab (Scylla serrata) is a high-value commodity whose seed supply still depends on wild catches. However, seed handling, including the tying technique used during transportation, has received little attention. This study aimed to analyze the effects of tying techniques on the physiological stress response, survival rate (SR), and economic benefit of mud crab seed during and after transportation. A completely randomized design was used with two treatments, namely tying of the chelipeds only (CS) and tying of the chelipeds, walking legs, and swimming legs (IS), with 60 crabs per treatment. The seeds were transported dry over 220 km for 5 hours and then reared for 14 days in RAS-based apartment boxes. During transportation, hemolymph glucose in CS increased by 20.67%, from 38.7 ± 2.66 mg dL?¹ to 46.7 ± 1.47 mg dL?¹, lower than in IS, which increased by 44.31%, from 42.2 ± 3.35 mg dL?¹ to 60.9 ± 5.80 mg dL?¹. The SR was descriptively higher in CS 86.67% than IS 81.67%. Changing the tying technique from IS to CS generated a net benefit of IDR 271 per crab. Overall, changing from IS to CS reduced physiological stress, tended to increase SR, and increased economic benefit.
dc.description.sponsorshipIrzal Effendi (pendanaan pribadi dosen pembimbing utama) dan Sabrina Naswa Diva (pendanaan mandiri).
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Teknis dan Ekonomi Teknik Pengikatan Benih Kepiting Bakau (Scylla serrata)id
dc.title.alternativeTechnical and Economic Analysis of Binding Techniques for Mud Crab Juveniles (Scylla serrata)
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordkepiting bakau (scylla serrata)id
dc.subject.keywordmanfaat ekonomiid
dc.subject.keywordrespons stressid
dc.subject.keywordsintasanid
dc.subject.keywordtransportasi keringid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record