| dc.contributor.advisor | Suseno, Sugeng Heri | |
| dc.contributor.advisor | Pari, Rizfi Fariz | |
| dc.contributor.author | WIJAYA, ADELLIA PUTRI | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-21T01:05:04Z | |
| dc.date.available | 2026-10-21T01:05:04Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180144 | |
| dc.description.abstract | Belly flap ikan patin berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber minyak untuk
pengembangan produk pangan. Penelitian ini bertujuan menentukan metode
ekstraksi terbaik serta mengevaluasi penggunaan minyak yang dihasilkan pada
biskuit dan mayones. Minyak diekstraksi menggunakan metode wet rendering dan
dry rendering pada suhu 80°C selama 60 menit. Metode wet rendering
menghasilkan mutu minyak yang lebih baik dengan nilai asam lemak bebas 0,49%,
bilangan peroksida 1,99 meq/kg, bilangan p-anisidin 7,25, dan nilai total oksidasi
11,22. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan hasil dry rendering dan memenuhi
standar mutu minyak ikan. Pada biskuit, penambahan minyak sebesar 7%
menghasilkan tingkat penerimaan panelis tertinggi serta kandungan lemak yang
lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada mayones, perbandingan minyak
ikan dan minyak jagung 50:50 menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi dengan
viskositas dan stabilitas emulsi yang mendekati mayones komersial. Minyak belly
flap patin hasil wet rendering berpotensi digunakan sebagai bahan pengayaan
biskuit dan substitusi sebagian minyak jagung dalam mayones. Hal ini diharapkan
menambah nilai hasil samping serta mendukung diversifikasi produk perikanan. | |
| dc.description.abstract | Pangasius belly flap has potential as a source of fish oil for food product
development. This study aimed to evaluate its application in biscuit and
mayonnaise. The oil was extracted using wet rendering and dry rendering methods
at 80°C for 60 minutes. Wet rendering produced oil with better oxidative quality,
with a free fatty acid value of 0.49%, peroxide value of 1.99 meq/kg, p-anisidine
value of 7.25, and total oxidation value of 11.22. These values were lower than
those obtained from dry rendering and complied with fish oil quality standards. In
biscuits, the addition of 7% belly flap oil resulted in the highest panelist acceptance
and increased fat content compared to other treatments. In mayonnaise, a 50:50
ratio of blend fish oil and corn oil, with viscosity and emulsion stability values
comparable to those of commercial mayonnaise. Pangasius belly flap oil produced
by wet rendering show potential as an enrichment ingredient in biscuits and as a
partial substitute for corn oil in mayonnaise. This is expected to increase byproduct
value while supporting fishery product diversification. | |
| dc.description.sponsorship | Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola dalam rangka Program EQUITY (Nomor Kontrak: 4297/B3/DT.03.08/2025 dan Nomor: 42011/IT3/HK.07.00-4/P/B/2025). | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pemanfaatan Minyak Belly Pangasius dalam Produk Biskuit dan Mayones | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Belly flap | id |
| dc.subject.keyword | fatty acid profile | id |
| dc.subject.keyword | fish oil | id |
| dc.subject.keyword | oleic acid | id |
| dc.subject.keyword | pangasius | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |