Optimasi Proses Bleaching pada Pemurnian Minyak Ikan Hasil Samping Penepungan Tuna dan Fillet Nila untuk Memenuhi Standar IFOS
Abstract
Indonesia memiliki potensi besar memanfaatkan hasil samping industri perikanan sebagai sumber minyak ikan kaya EPA dan DHA, namun mutunya sering rendah akibat degradasi dan oksidasi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan konsentrasi Magnesol XL dan waktu adsorpsi pada bleaching minyak ikan hasil samping penepungan tuna dan fillet nila menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan Central Composite Design (CCD). Parameter yang dianalisis meliputi FFA, PV, p-AnV, dan TOTOX. Kondisi terbaik dalam rentang
perlakuan yang diuji untuk kedua minyak diperoleh pada Magnesol XL 5% selama 28 menit. Minyak tuna menghasilkan FFA 1,09%, PV 0,58 mEq/kg, p-AnV 19,63 mEq/kg, dan TOTOX 20,80 mEq/kg, sedangkan minyak nila menghasilkan FFA 1,23%, PV 3,83 mEq/kg, p-AnV 8,66 mEq/kg, dan TOTOX 16,33 mEq/kg. Seluruh parameter memenuhi standar IFOS, dengan nilai aktual berada dalam selang prediksi 95%, menunjukkan model RSM akurat. Optimasi bleaching meningkatkan kualitas dan stabilitas oksidatif minyak ikan hasil samping hingga memenuhi standar internasional.

