Show simple item record

dc.contributor.advisorSuhardiyanto, Herry
dc.contributor.advisorSuroso
dc.contributor.authorZulaedah, Siti
dc.date.accessioned2026-10-06T01:09:40Z
dc.date.available2026-10-06T01:09:40Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180063
dc.description.abstractSecara harfiah, aeroponik berarti bercocok tanam di udara. Berbeda dengan bercocok tanam secara konvensional atau dengan hidroponik yang menerima makanan ketika tanaman direndam air, pada aeroponik akar dibiarkan tumbuh menggantung di udara (Soeseno, 1999). Aeroponik umumnya dimanfaatkan untuk tanaman sayuran daun yang berumur pendek dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Diantaranya adalah selada, chasin, bayam merah, kangkung. Untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang tinggi perlu diperhatikan faktor lingkungan yang mempengaruhi tanaman, antara lain yaitu suhu, cahaya, kelembaban, media tanam, dan unsur hara yang terkandung dalam larutan nutrisi yang diberikan. Larutan nutrisi dalam sistem aeroponik memegang peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman oleh karena itu pemberian larutan nutrisinya harus sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Untuk itu, diperlukan jadwal pemberian larutan nutrisi secara akurat. Penentuan jadwal pemberian larutan nutrisi secara akurat dapat dilakukan dengan menggunakan Artificial Neural Network dan Genetic Algorithms. Metode Neural Network merupakan suatu metode yang relatif baru dan merupakan metode matematika dengan mensimulasikan suatu teknologi intelegensi atau kecerdasan buatan. Sedangkan Genetic Algorithms (GA) adalah suatu teknik pencarian dan optimasi stokastik (melibatkan probabilitas) yang cara kerjanya meniru proses evolusi dan perubahan genetik pada struktur kromosom mahluk hidup (Goldberg, 1989). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi lama pemberian larutan nutrisi, selang waktu pemberian larutan nutrisi, tinggi dan panjang akar tanaman hari berikutnya yang terjadi. Melakukan validasi hubungan antara hasil pengukuran dan hasil pendugaan tinggi dan panjang akar tanaman hari berikutnya dengan menggunakan Artificial neural Network (ANN). Menentukan iama pemberian larutan nutrisi dan selang waktu pemberian larutan nutrisi yang optimal terhadap maksimalisasi tinggi dan panjang akar tanaman hari berikutnya dengan menggunakan Genetic algorithms (GA). Penelitian ini dilakukan di greenhouse Laboratorium Lingkungan dan Bangunan Pertanian di Leuwikopo, Darmaga-Bogor. Penelitian ini dilaksanakan sejak awal pebruari 2005 sampai bulan awal Mei 2005. Alat ukur yang digunakan antara lain: anemometer, thermometer bola kering dan thermometer bola basah, EC meter, stopwatch, gelas ukur, baki plastik dan komputer. Satu unit sistem aeroponik dilengkapi dengan pipa sirkulasi yang terbuat dari ripa PVC, pompa, bak nutrisi, timer, rozel model sprayjet JSF-12 atau full cone nozel, kayu ring, plastik hitam, dan selang PE berdiameter 16/19. Bahan yang digunakan adalah tanaman kangkung (Ipomea sp), larutan nutrisi AB Mix, Styrofuam, media semai (rockwool). ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePanjadwalan Pasokan Larutan Nutrisi pada Sistem Aeroponik Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptan) Menggunakan Artificial Neural Network dan Genetic Algorithms.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordAeroponik; Penjadwalan Nutrisi; Kangkung Darat; Artificial Neural Network; Genetic Algorithmsid
dc.subtypeAnimationid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record