| dc.description.abstract | Peningkatan konsumsi kopi menyebabkan bertambahnya jumlah ampas kopi yang umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Sakha Coffee Roastery menghasilkan sekitar 2 ton ampas kopi espresso per bulan yang masih dibuang sebagai limbah meskipun berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah. Penelitian ini bertujuan merancang penggandaan skala proses produksi kopi premiks berbahan baku ampas kopi serta menganalisis kelayakan finansial pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan desain keteknikan yang meliputi fase ekplorasi, pendefinisian masalah, ideasi, pengembangan prototipe, dan validasi. Perancangan dilakukan melalui penyusunan kapasitas produksi, neraca massa, neraca energi, pemilihan mesin dan peralatan, penyusunan diagram aktivitas produksi, serta analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas produksi yang dirancang sebesar 117 kg ampas kopi basah per batch menghasilkan 359,75 kg kopi premiks atau 16.205 kemasan berukuran 22,2 g. Produk memiliki HPP sebesar Rp1.103 per kemasan dan harga jual Rp1.434 per kemasan. Analisis kelayakan finansial menghasilkan NPV sebesar Rp4.336.309.582,60, IRR 194.989,13%, Net B/C 1,21, dan PBP 0,62 bulan, sehingga usaha dinyatakan layak untuk dikembangkan sebagai alternatif pemanfaatan ampas kopi yang bernilai tambah dan berkelanjutan. | |