Evaluasi Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Strain yang Berbeda pada Fase Pembesaran
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
AGRIEZKY, AL RAFA
Carman, Odang
Arfah, Harton
Metadata
Show full item recordAbstract
Penurunan kualitas genetik ikan nila akibat perkawinan sekerabat
memerlukan solusi hibridisasi antarnama varietas unggul guna mengevaluasi
performa fenotipe kuantitatifnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan
membandingkan performa laju pertumbuhan serta efisiensi pakan antara benih ikan
nila strain Nirwana dan Bangkok pada fase pembesaran. Metode eksperimen
rancangan acak lengkap digunakan dengan dua perlakuan strain dan tiga ulangan
selama tiga puluh hari masa pemeliharaan di dalam wadah hapa kolam percobaan.
Hasil analisis menggunakan uji statistik Independent T-Test menunjukkan nilai
signifikansi lebih besar dari 0,05 pada seluruh parameter uji. Temuan baru
penelitian ini mengungkapkan bahwa kedua strain memiliki kapasitas biologis,
efisiensi metabolisme, pola pertumbuhan alometrik positif, dan daya adaptasi
lingkungan yang relatif setara tanpa adanya ketimpangan performa yang nyata
secara ilmiah. Rata-rata laju pertumbuhan harian total Nirwana mencapai 1,21 gram
per hari dan Bangkok sebesar 1,18 gram per hari, dengan tingkat kelangsungan
hidup masing-masing sebesar 95,55% dan 91,11%. Implikasi faktual penelitian ini
membuktikan bahwa kedua komoditas memiliki mutu produktivitas seimbang
sehingga dapat diaplikasikan secara bergantian dalam industri akuakultur selama
kualitas air media budidaya dikelola secara optimal. The decline in the genetic quality of Nile tilapia due to inbreeding requires
hybridization solutions among superior varieties to evaluate their quantitative
phenotypic performance. This study aimed to evaluate and compare the growth rate
and feed efficiency between Nirwana and Bangkok strain Nile tilapia seeds during
the grow-out phase. A Completely Randomized Design experimental method was
used with two strain treatments and three replications over thirty days of rearing in
hapa nets within an experimental pond. The Independent T-Test statistical analysis
showed a significance value greater than 0.05 across all tested parameters. The
novel findings of this study revealed that both strains possess relatively equal
biological capacity, metabolic efficiency, positive allometric growth patterns, and
environmental adaptability, with no scientifically significant performance disparity.
The average total daily growth rate reached 1.21 grams per day for Nirwana and
1.18 grams per day for Bangkok, with survival rates of 95.55% and 91.11%,
respectively. The factual implications of this research prove that both commodities
have balanced productivity quality, allowing them to be applied interchangeably in
the aquaculture industry as long as the culture water quality is optimally managed.
Collections
- UF - Aquaculture [2292]

