| dc.description.abstract | Pencemaran minyak bumi pada ekosistem mangrove merupakan
permasalahan lingkungan yang memerlukan teknologi penanganan yang efektif.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah bioremediasi menggunakan
bakteri indigenous yang dikombinasikan dengan Bio-Oil Dispersant (Bio-OSD)
untuk meningkatkan bioavailabilitas hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan
mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri indigenous dari akar Rhizophora
mucronata, menganalisis pengaruh penambahan Bio-OSD terhadap bioremediasi
minyak bumi, serta menentukan perlakuan terbaik berdasarkan parameter Total
Petroleum Hydrocarbon (TPH). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan
desain keteknikan melalui dua iterasi. Iterasi pertama menggunakan media BHMS
selama 7 hari sebagai evaluasi awal sistem, sedangkan iterasi kedua menggunakan
air laut steril selama 14 hari sebagai penyempurnaan sistem uji. Perlakuan disusun
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan
dan dua ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, TPC, dan TPH. Hasil
penelitian menunjukkan diperoleh dua isolat bakteri indigenous dengan
karakteristik morfologi berbeda. Kedua isolat menunjukkan aktivitas biosurfaktan
pada oil spreading test, meskipun lebih rendah dibandingkan Bio-OSD.
Penambahan Bio-OSD meningkatkan efektivitas bioremediasi minyak bumi. Hasil
ANOVA menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap penurunan TPH,
sedangkan uji DMRT menetapkan perlakuan Bio-OSD + Isolat A (K4) sebagai
perlakuan terbaik dengan efisiensi bioremediasi sebesar 71,36%, sehingga
berpotensi dikembangkan sebagai agen bioremediasi minyak bumi di ekosistem
mangrove. | |