Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga dan Keberfungsian Keluarga Terhadap Kesejahteraan Subjektif Keluarga pada Pekerja Hybrid
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Sugiri, Nisrina Agisya
Rizkillah, Risda
Metadata
Show full item recordAbstract
Penerapan sistem kerja hybrid memberikan fleksibilitas baru, tetapi berpotensi mengaburkan batas antara pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja-keluarga dan keberfungsian keluarga terhadap kesejahteraan subjektif pada pekerja hybrid. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 pekerja hybrid yang berasal dari keluarga dual earner dan memiliki anak berusia 0-6 tahun, dengan cakupan pengambilan data di wilayah Jabodetabek. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Karakteristik seperti besar keluarga dan usia responden berpengaruh positif signifikan sedangkan, usia pasangan dan durasi jam kerja di rumah berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan keberfungsian keluarga serta pengelolaan batas waktu kerja untuk mendukung kesejahteraan subjektif pekerja hybrid. The implementation of a hybrid work system offers new flexibility but has the potential to blur the line between work and family. This study aims to analyze the influence of work-family conflict and family functioning on the family subjective well-being of hybrid workers. This is a quantitative study with a cross-sectional design. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 100 hybrid workers from dual earner families with children aged 0–6 years, with data collection conducted in the Jabodetabek area. The regression test results showed that family functioning had a significant positive effect on family subjective well-being. Characteristics such as family size and the respondents’ age had a significant positive effect, whereas the partners’ age and the number of hours worked at home had a significant negative effect on family subjective well-being. These findings show the importance of strengthening family functioning and managing work-life balance to support the subjective well-being of hybrid workers.

