Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggarkasih, Made Gayatri
dc.contributor.authorGabriella, Anastasya
dc.date.accessioned2026-08-18T06:21:29Z
dc.date.available2026-08-18T06:21:29Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179583
dc.description.abstractAnemia defisiensi besi masih menjadi salah satu permasalahan gizi di Indonesia. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui pengembangan pangan selingan yang kaya zat besi dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi snack bar berbahan biji wijen putih dan jambu biji merah dengan karakteristik organoleptik yang baik serta sumber zat besi dan vitamin C. Penelitian menggunakan rancangan empat formulasi, yaitu F0 (kontrol), F1 (25% biji wijen putih : 75% jambu biji merah), F2 (50% biji wijen putih : 50% jambu biji merah), dan F3 (75% biji wijen putih : 25% jambu biji merah). Evaluasi meliputi uji organoleptik hedonik dan mutu hedonik, analisis kandungan zat besi dan vitamin C, serta penentuan formulasi terbaik menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Berdasarkan hasil pembobotan menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial, formulasi F2 (50% biji wijen putih : 50% jambu biji merah) memperoleh skor tertinggi (20,02) sehingga ditetapkan sebagai formulasi terbaik karena memberikan keseimbangan antara penerimaan organoleptik dan kandungan zat besi serta vitamin C.
dc.description.abstractIron-deficiency anemia remains one of the nutritional problems in Indonesia. One preventive measure is the development of snack foods rich in iron and vitamin C. This study aims to develop a snack bar formulation made from white sesame seeds and red guava with good organoleptic characteristics and as a source of iron and vitamin C. The study employed a four-formulation design: F0 (control), F1 (25% white sesame seeds : 75% red guava), F2 (50% white sesame seeds : 50% red guava), and F3 (75% white sesame seeds : 25% red guava). The evaluation included hedonic organoleptic and quality tests, analysis of iron and vitamin C content, and determination of the best formulation using the Exponential Comparison Method (ECM). Based on the results of the weighting using the Exponential Comparison Method, formulation F2 (50% white sesame seeds : 50% red guava seeds) received the highest score (20.02) and was therefore designated as the best formulation because it provided a balance between organoleptic acceptability and iron and vitamin C content.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleFormulasi Penambahan Biji Wijen Putih dan Jambu Biji Merah pada Snack Bar Sumber Zat Besi dan Vitamin Cid
dc.title.alternativeFormulation of a Snack Bar Enriched with White Sesame Seeds and Red Guava as a Source of Iron and Vitamin C
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordbiji wijen putihid
dc.subject.keywordjambu biji merahid
dc.subject.keywordsnack barid
dc.subject.keywordzat besiid
dc.subject.keywordvitamin Cid
dc.subject.keywordwhite sesame seedsid
dc.subject.keywordred guavaid
dc.subject.keywordsnack barsid
dc.subject.keywordironid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record