Perancangan Model Peramalan Permintaan Susu Bubuk Menggunakan Time Series untuk Mendukung Perencanaan Kapasitas Produksi
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
RAYYAN, MUHAMMAD UBAIDILLAH
Yandra
Suryadarma, Prayoga
Metadata
Show full item recordAbstract
Perencanaan kapasitas produksi PT XYZ saat ini menggunakan perhitungan
berbasis Excel pada tingkat agregat sehingga belum merepresentasikan kebutuhan
kapasitas menurut variasi varian dan gramasi produk. Penelitian ini bertujuan
merancang model peramalan permintaan berbasis time series pada tingkat SKU
untuk menghasilkan basis data proyeksi permintaan sebagai input simulasi
kapasitas produksi. Data historis 84 SKU susu bubuk periode Agustus 2023 hingga
Juli 2026 disaring menjadi 62 SKU forecastable setelah 22 SKU tanpa riwayat
permintaan dikecualikan, dengan median 72,2% bulan bernilai nol yang
mencerminkan karakteristik permintaan intermiten. Setiap SKU dievaluasi
menggunakan tiga belas metode time series dengan pembagian 29 bulan data latih
dan 7 bulan data uji. Metode terbaik ditetapkan secara independen pada tiap SKU
melalui penyaringan uji white noise yang dilanjutkan pemeringkatan berdasarkan
MAPE terkecil pada data uji. Naive terpilih sebagai metode terbaik pada 22 SKU
atau 35,5%, diikuti Combination pada 9 SKU serta TBATS dan regresi linear tanpa
musiman masing-masing pada 6 SKU, sedangkan ARIMA, SARIMA, dan regresi
linear dengan musiman tidak terpilih pada satu pun SKU meskipun mencatat tingkat
kelolosan uji white noise yang tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa validitas
residual tidak menjamin keunggulan akurasi dan tidak terdapat satu metode yang
unggul secara seragam di seluruh portofolio. Model menghasilkan basis data
proyeksi permintaan periode Agustus 2026 hingga Juli 2027 sebesar 8.596,5 ton
yang diintegrasikan sebagai input simulasi kapasitas produksi pada Lini B, Lini D,
dan Lini G. Production capacity planning at PT XYZ currently relies on aggregate
spreadsheet calculations that do not represent capacity requirements across product
variants and pack sizes. This study aims to design an SKU level time series demand
forecasting model that produces a demand projection database serving as input for
production capacity simulation. Historical data covering 84 powdered milk SKUs
from August 2023 to July 2026 were screened into 62 forecastable SKUs after
excluding 22 SKUs without demand history, with a median of 72.2% zero valued
months indicating intermittent demand characteristics. Each SKU was evaluated
using thirteen time series methods with a split of 29 months of training data and 7
months of test data. The best method was determined independently for each SKU
through white noise test screening followed by ranking based on the lowest MAPE
on the test data. Naive was selected as the best method for 22 SKUs or 35.5%,
followed by Combination for 9 SKUs and by TBATS and linear regression without
seasonality for 6 SKUs each, whereas ARIMA, SARIMA, and linear regression
with seasonality were not selected for any SKU despite recording high white noise
test pass rates. These results indicate that residual validity does not guarantee
superior accuracy and that no single method performs uniformly best across the
portfolio. The model produced a demand projection database for August 2026 to
July 2027 amounting to 8,596.5 tons, which was integrated as input for production
capacity simulation on Lines B, D, and G.

