Peranan Antelmintik Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) terhadap Performa dan Status Fisiologi Domba Garut
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Siregar, Ahmad Husein
Kumalasari, Nur Rochmah
Sukria, Heri Ahmad
Tiuria, Risa
Metadata
Show full item recordAbstract
Infeksi cacing merupakan salah satu kendala utama dalam produksi domba
karena dapat menurunkan pertambahan bobot badan, menyebabkan anemia, bahkan
kematian sehingga menimbulkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan
menguji efektivitas daun sambung nyawa (Gynura procumbens) sebagai
antelmintik terhadap performa pertumbuhan dan status fisiologi domba Garut.
Penelitian meliputi persiapan bahan, pembuatan ekstrak daun sambung nyawa,
pemeliharaan domba Garut, serta pengukuran parameter penelitian. Domba yang
digunakan adalah domba Garut jantan berumur 8–12 bulan. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengelompokan
berdasarkan tingkat infeksi cacing (ringan, sedang, dan berat) serta empat
perlakuan, yaitu P1 = kontrol negatif, P2 = kontrol positif (Albendazole), P3 =
ekstrak daun sambung nyawa 1% dari bahan kering pakan, dan P4 = tepung daun
sambung nyawa 5% dari bahan kering pakan. Parameter yang diamati meliputi
konsumsi pakan, konsumsi nutrien, total telur tiap gram tinja (TTGT), total ookista
tiap gram tinja (TOGT), frekuensi respirasi, denyut jantung, suhu rektal, skor
FAMACHA, kadar hematokrit, pertambahan bobot badan, feed conversion ratio
(FCR), body condition score (BCS), dan income over feed cost (IOFC). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap
kadar hematokrit dan body condition score. Pemberian ekstrak daun sambung
nyawa 1% menghasilkan kadar hematokrit tertinggi (34,67%), diikuti tepung daun
sambung nyawa 5% (33,33%), Albendazole (31,33%), dan kontrol negatif
(29,00%). Perlakuan juga menunjukkan kecenderungan menurunkan total telur tiap
gram tinja (TTGT) (p = 0,08). Pemberian ekstrak daun sambung nyawa 1%
menurunkan TTGT dari 475,00 menjadi 216,67 butir g-1 tinja, sedangkan
pemberian tepung daun sambung nyawa 5% menurunkan TTGT dari 625,00
menjadi 300,00 butir g-1 tinja. Pada perlakuan Albendazole, TTGT menurun dari
816,67 menjadi 416,67 butir g-1 tinja, sedangkan pada kontrol negatif meningkat
dari 433,33 menjadi 683,33 butir g-1 tinja. Pemberian ekstrak daun sambung nyawa
(Gynura procumbens) sebanyak 1% dari bahan kering pakan berpotensi
menurunkan tingkat infeksi cacing, meningkatkan nilai hematokrit tanpa
mengganggu status fisiologis, serta meningkatkan performa pertumbuhan domba
Garut.
Collections
- MF - Animal Science [1366]

