| dc.contributor.advisor | Laconi, Erika Budiarti | |
| dc.contributor.advisor | Jayanegara, Anuraga | |
| dc.contributor.advisor | Anggraeni, Ayu Septi | |
| dc.contributor.author | Fiorella, Sri Ardya | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-15T03:39:19Z | |
| dc.date.available | 2026-08-15T03:39:19Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179298 | |
| dc.description.abstract | Pengembangan sumber bahan pakan yang berkelanjutan merupakan salah
satu strategi untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak ruminansia melalui
pemanfaatan limbah agroindustri dan hasil samping pengolahan pangan sebagai
bahan pakan bernilai tambah. Di antara berbagai hasil samping berbasis tanaman,
teh (Camellia sinensis) serta tanaman herbal, yaitu rosela (Hibiscus sabdariffa),
telang (Clitoria ternatea), dan melati (Jasminum sambac), mengandung berbagai
metabolit sekunder yang berpotensi memberikan nilai fungsional sebagai bahan
pakan ruminansia. Namun, proses penyeduhan menyebabkan perubahan komposisi
nutrien dan profil metabolit sehingga implikasinya terhadap karakteristik
fermentasi rumen belum dipahami secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan mengevaluasi pengaruh proses penyeduhan terhadap komposisi
nutrien, aktivitas antioksidan, profil metabolomik, dan karakteristik fermentasi
rumen in vitro pada teh dan tanaman herbal, serta mengevaluasi potensi ampas
seduhan sebagai bahan pakan potensial bagi ternak ruminansia.
Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola
faktorial 4 × 2 dengan lima ulangan. Faktor yang diuji terdiri atas empat spesies
tanaman, yaitu Camellia sinensis, Hibiscus sabdariffa, Clitoria ternatea,
dan Jasminum sambac, serta dua bentuk bahan, yaitu segar dan ampas seduhan.
Parameter yang diamati meliputi komposisi nutrien, aktivitas antioksidan, profil
metabolomik menggunakan pendekatan untargeted liquid chromatography–high resolution mass spectrometry (LC–HRMS), serta karakteristik fermentasi rumen in
vitro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyeduhan meningkatkan
proporsi fraksi serat serta menurunkan kandungan fenolik total, flavonoid total, dan
aktivitas antioksidan secara nyata (P<0,001). Analisis metabolomik menunjukkan
bahwa variasi profil metabolit lebih dipengaruhi oleh perbedaan spesies
dibandingkan proses penyeduhan. Epigallocatechin gallate (EGCG), katekin,
myricetin 3-O-galaktosida, theogallin, dan theobromine diidentifikasi sebagai
metabolit pembeda utama yang berasosiasi dengan kandungan fenolik total,
flavonoid total, dan kapasitas antioksidan. Karakteristik fermentasi rumen in
vitro dipengaruhi oleh spesies tanaman dan kondisi bahan (P<0,05). Produksi
metana berkisar antara 4,95–29,80 mL g?¹ bahan kering, dengan Camellia sinensis
menghasilkan produksi metana terendah. Kandungan fenolik total dan flavonoid
total berkorelasi negatif dengan produksi metana, sedangkan produksi metana
berkorelasi positif dengan kecernaan bahan dan produk akhir fermentasi. Proses
penyeduhan menurunkan sebagian kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas
antioksidan, ampas teh dan tanaman herbal masih mempertahankan metabolit
bioaktif utama serta karakteristik fermentasi rumen yang mendukung potensinya
sebagai bahan pakan potensial bagi ternak ruminansia. | |
| dc.description.abstract | The development of sustainable feed resources through the utilization of agro industrial by-products and food processing residues is an important strategy to
improve the efficiency of ruminant production systems. Tea (Camellia sinensis)
and herbal plants, including roselle (Hibiscus sabdariffa), butterfly pea (Clitoria
ternatea), and jasmine (Jasminum sambac), contain diverse secondary metabolites
that may provide functional value as ruminant feed resources. However, the
brewing process alters nutrient composition and metabolite profiles, and its
implications for rumen fermentation characteristics remain poorly understood.
Therefore, this study aimed to evaluate the effects of the brewing process on
nutrient composition, antioxidant activity, metabolomic profiles, and in vitro rumen
fermentation characteristics of tea and herbal plants, as well as to evaluate the
potential of spent tea and herbal residues as promising feed resources for ruminants.
A 4 × 2 factorial experiment arranged in a completely randomized design with
five replications was employed. The experimental factors consisted of four plant
species (Camellia sinensis, Hibiscus sabdariffa, Clitoria ternatea, and Jasminum
sambac) and two sample forms (fresh and spent residues). The evaluated
parameters included nutrient composition, antioxidant activity, metabolomic
profiling using an untargeted liquid chromatography–high-resolution mass
spectrometry (LC–HRMS) approach, and in vitro rumen fermentation
characteristics.
The brewing process increased fiber fractions while significantly reducing
total phenolic content, total flavonoid content, and antioxidant activity (P<0.001).
Metabolomic analysis revealed that metabolite variation was influenced more by
plant species than by the brewing process. Epigallocatechin gallate (EGCG),
catechin, myricetin 3-O-galactoside, theogallin, and theobromine were identified as
the major discriminatory metabolites associated with total phenolic content, total
flavonoid content, and antioxidant capacity. In vitro rumen fermentation
characteristics were significantly affected by plant species and sample form
(P<0.05). Methane production ranged from 4.95 to 29.80 mL g?¹ dry matter,
with Camellia sinensis producing the lowest methane emission. Total phenolic and
flavonoid contents were negatively correlated with methane production, whereas
methane production was positively correlated with digestibility and fermentation
end products. Although the brewing process reduced the concentrations of bioactive
compounds and antioxidant activity, spent tea and herbal residues retained their
major bioactive metabolites and favorable rumen fermentation characteristics,
supporting their potential as promising feed resources for ruminants. | |
| dc.description.sponsorship | Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Skema A Tahun 2026 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Evaluasi Profil Metabolomik dan Fermentasi Rumen In Vitro Teh dan Herbal sebagai Bahan Pakan Potensial | id |
| dc.title.alternative | Evaluation of Metabolomic Profile and In Vitro Rumen Fermentation of Tea and Herbal Plants as Potential Feed Resources | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | aktivitas antioksidan | id |
| dc.subject.keyword | ampas seduhan | id |
| dc.subject.keyword | bahan pakan fitogenik | id |
| dc.subject.keyword | fermentasi rumen | id |
| dc.subject.keyword | metabolomik | id |
| dc.subject.keyword | produksi metana | id |
| dc.subtype | Theses | |