Komunikasi Lingkungan pada Bank Sampah dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kota Cilegon
Date
2026Author
Inaroh, Iin
Hapsari, Dwi Retno
Wibowo, Dr drs Cahyono Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Permasalahan sampah merupakan isu strategis pembangunan berkelanjutan,
di mana pada tahun 2025 tercatat 40,2% sampah nasional tidak terkelola dengan
baik, dan 53,7% di antaranya berasal dari rumah tangga. Di Kota Cilegon,
pertumbuhan penduduk meningkatkan beban TPA hingga mencapai 300 ton
sampah per hari. Pengelolaan sampah bukan sekadar masalah teknis, melainkan
masalah sosial yang membutuhkan partisipasi masyarakat melalui inovasi seperti
bank sampah. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa rendahnya partisipasi sering
terjadi karena kurangnya konsistensi dalam pemilahan dan kehadiran di bank
sampah. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan perspektif Theory of Planned
Behavior (TPB) untuk melihat bagaimana komunikasi lingkungan berperan dalam
membentuk sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku masyarakat. Rumusan
masalah difokuskan pada pengaruh komunikasi lingkungan, faktor internal
(pendidikan, motivasi), dan faktor eksternal (dukungan pemerintah, sarana)
terhadap tingkat partisipasi masyarakat.
Tujuan utama penelitian adalah menganalisis pengaruh komunikasi
lingkungan, faktor internal, dan faktor eksternal secara parsial maupun simultan
terhadap partisipasi masyarakat dalam program bank sampah. Metode penelitian
yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatif,
didukung data kualitatif. Lokasi & waktu: Bank Sampah Menderma, Cilegon, pada
Maret – Mei 2026 Sampel: 75 responden yang merupakan anggota atau nasabah
bank sampah. Analisis Data: Regresi linear berganda, uji validitas, reliabilitas, uji
asumsi klasik, serta uji t dan uji F menggunakan perangkat lunak statistik.
Berdasarkan analisis data, ditemukan beberapa poin penting : Pertama,
Karakteristik Responden: Mayoritas partisipan adalah perempuan (73,3%), usia
produktif 41-50 tahun (53,3%), berpendidikan SMA (46,7%), dan bekerja sebagai
Ibu Rumah Tangga (60%). Kedua, Pengaruh Komunikasi Lingkungan:
Berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap partisipasi. Pesan yang
jelas, media yang mudah diakses, dan kredibilitas pengelola terbukti meningkatkan
keterlibatan masyarakat. Ketiga, Pengaruh Faktor Internal : Tidak berpengaruh
signifikan secara parsial terhadap partisipasi. Motivasi pribadi dan pengetahuan
individu belum menjadi penggerak utama partisipasi di lokasi ini. Keempat
Pengaruh Faktor Eksternal: Berpengaruh positif dan signifikan secara parsial.
Dukungan pemerintah, peran tokoh masyarakat, dan ketersediaan sarana prasarana
merupakan pendorong kuat partisipasi. Kelima, Pengaruh Simultan: Secara
bersama-sama, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap partisipasi
masyarakat dengan nilai kontribusi sebesar 62,2%.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi lingkungan yang
efektif melalui edukasi dan sosialisasi secara langsung meningkatkan partisipasi
masyarakat. Partisipasi masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal
dan proses komunikasi dibandingkan dorongan internal individu semata.
Keberhasilan bank sampah memerlukan sinergi antara komunikasi yang persuasif,
dukungan lingkungan sosial yang kondusif, dan ketersediaan fasilitas yang
memadai. Adapun saran yang diajukan pada penlitian ini adalah pengelola bank
sampah perlu meningkatkan intensitas komunikasi interpersonal dan inovasi
program seperti pemberian penghargaan. Pemerintah/Stakeholder diharapkan
memperkuat regulasi, memberikan bantuan sarana prasarana, dan meningkatkan
kolaborasi lintas sektor. Masyarakat Diharapkan membangun kesadaran bahwa
pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama untuk keberlanjutan
lingkungan.
Collections
- MF - Business [4185]

