| dc.contributor.advisor | Hernawati, Neti | |
| dc.contributor.author | Wahyudi, Rahma Putri | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-14T08:08:59Z | |
| dc.date.available | 2026-08-14T08:08:59Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179071 | |
| dc.description.abstract | Motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan ketekunan dan
pencapaian akademik remaja. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa
motivasi belajar siswa SMA sederajat, khususnya di wilayah perdesaan, masih
menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan,
menganalisis hubungan, dan pengaruh efikasi diri, regulasi emosi, dan dukungan
sosial terhadap motivasi belajar siswa SMAN dan MAN di Kabupaten Bogor.
Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling, melibatkan 240
siswa kelas XI di Kecamatan Leuwisadeng dan Cigombong. Uji beda menunjukkan
bahwa efikasi diri siswa SMAN secara signifikan lebih tinggi dibandingkan siswa
MAN. Uji korelasi menunjukkan bahwa usia remaja berhubungan negatif dengan
dukungan sosial, asal sekolah berhubungan positif dengan efikasi diri, dan bantuan
sosial atau pendidikan berhubungan positif dengan motivasi belajar. Uji regresi
menunjukkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial berpengaruh signifikan
terhadap motivasi belajar, sedangkan regulasi emosi tidak berpengaruh. Temuan ini
berimplikasi pada pendekatan komprehensif yang mempertimbangkan faktor
internal dan eksternal dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. | |
| dc.description.abstract | Learning motivation is an important factor that determines adolescents’
persistence and academic achievement. However, various findings indicate that
learning motivation of senior high school students, particularly in rural areas, still
faces challenges. This study aimed to identify differences, analyze relationships,
and effects of self-efficacy, emotion regulation, and social support on learning
motivation among SMAN and MAN students in Bogor Regency. Using a
quantitative approach with purposive sampling, the study involved 240 eleventh
grade students from Leuwisadeng and Cigombong Districts. Self-efficacy differed
significantly between SMAN and MAN students, with SMAN students scoring
higher. Correlation analysis revealed that age was negatively associated with social
support, school type was positively associated with self-efficacy, and educational
assistance was positively associated with learning motivation. Regression analysis
indicated that self-efficacy and social support had significant effects on learning
motivation, whereas emotion regulation did not. This finding highlights a
comprehensive approach that considers internal and external factors in enhancing
students’ engagement in learning process. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengaruh Efikasi Diri, Regulasi Emosi, dan Dukungan Sosial terhadap Motivasi Belajar pada Remaja di Kabupaten Bogor | id |
| dc.title.alternative | The Influence of Self-Efficacy, Emotion Regulation, and Social Support on Adolescents Learning Motivation in Bogor Regency | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | dukungan sosial | id |
| dc.subject.keyword | efikasi diri | id |
| dc.subject.keyword | Motivasi Belajar | id |
| dc.subject.keyword | regulasi emosi | id |
| dc.subject.keyword | remaja | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |